Berita

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa. (Foto: Youtube Great Institute)

Politik

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Umar Hadi, secara resmi mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh, transparan, dan segera atas insiden proyektil dan ledakan misterius yang terjadi di Lebanon Selatan.

Akibat insiden itu, tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi menjaga perdamaian tesebut gugur. Ketiga personel TNI yang gugur tersebut bernama Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sedangkan lima prajurit yang  mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.


Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai langkah tersebut penting untuk mengungkap motif dan modus di balik dua kejadian terpisah yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Teguh, situasi di Lebanon Selatan tidak bisa dilepaskan dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran.

“Saya melihat ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan ini mengikuti konflik yang sedang terjadi antara Israel dan Iran,” ujar Teguh, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, sebelum konflik memanas, wilayah yang menjadi lokasi markas Indonesia maupun area sekitarnya relatif dalam kondisi aman. Namun, dinamika berubah seiring meningkatnya ketegangan regional.

Lebih lanjut, Teguh menilai keterlibatan kelompok proksi yang didukung Iran turut memengaruhi situasi keamanan di kawasan tersebut.

“Tetapi karena ada perang dan kemudian Iran juga didukung oleh proxy-proxy yang mereka miliki, maka Israel kelihatannya merasa perlu untuk menetralisir kekuatan proxy Iran, dalam hal ini Hizbullah yang berada di selatan Lebanon,” tambahnya.

Di sisi lain, Indonesia menegaskan tetap menjaga posisi objektif dan tidak terburu-buru menyalahkan pihak mana pun sebelum hasil investigasi resmi dirilis.

Pemerintah juga menolak menerima begitu saja alasan sepihak dari pihak-pihak yang terlibat konflik, dan tetap fokus pada dorongan agar investigasi dilakukan secara independen dan transparan.

Sikap ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga prinsip hukum internasional serta perlindungan terhadap keselamatan personel dan kepentingan nasional di kawasan konflik.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya