Berita

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Indonesia Perlu Negosiator yang Serius Atasi Masalah Kapal Tanker Pertamina

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 02:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik kapal tanker yang disewa Pertamina belum bisa melewati Selat Hormuz masih menjadi ancaman bagi ketahanan energi nasional.

Dua kapal tersebut yakni Pertamina Pride yang berbendera Singapura dan Gamsunoro yang berbendera Panama dikabarkan masih tertahan di selat teramai dunia itu.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi sudah lama menyoroti lemahnya diplomasi Indonesia yang terbukti belum ada lampu hijau berlayar dari dua kapal tersebut.


“Kalau memang pemerintah ingin masalah ini cepat selesai, ya buka saja rapat khusus untuk pelolosan kapal ini.  Ini kan kita tidak melihat bagaimana ada rapat di bawah kemenko apa (misalnya) untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Siswanto dalam podcast Madilog dikutip pada kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis malam, 2 April 2026.

“Kalau memang pemerintah harus turun tangan, ya tunjuk dong negosiator yang serius. Jadi sekarang Kemlu bicara, ESDM bicara, kemudian Pertamina sendiri bicara. Menteri Perdagangan bicara, Iran kan lagi-lagi bingung, siapa yang mau diladeni,” tambahnya menegaskan.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini mencontohkan proses yang dilakukan Thailand dan Malaysia terlihat tidak rumit, karena masalah bendera kapal yang digunakan.

“Kalau berbendera Malaysia, muatannya untuk Malaysia, kalau berbendera Thailand, muatannya Thailand, tapi di kita kan rumit karena masuk aspek bisnis maritim (kesesuaian bendera),” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade sebelumnya mengungkap perkembangan terbaru terkait dua kapal tanker yang disewa Pertamina di Selat Hormuz. Ia optimistis kapal itu akan diizinkan melintas oleh Iran.

"Ya ini sedang proses ya. Jadi informasi yang kami dapatkan, ini sedang proses," kata Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026.

Andre meyakini kapal Pertamina akan segera lolos dari Selat Hormuz seperti negara lain. Ia menyebut tak ada kendala, hanya menunggu proses administrasi.

Insyaallah Indonesia akan termasuk negara-negara yang lain ya, kapal kita akan segera lepas dari Selat Hormuz. Jadi tidak ada masalah, tinggal soal proses administrasinya saja,” tandas Andre.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya