Berita

Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

RABU, 01 APRIL 2026 | 06:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus terus menjadi sorotan terhadap kiprah BAIS TNI.

Empat Anggota BAIS TNI yakni SL (Lettu), NDP (kapten), BHW (Lettu) dan ES (Serda) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Mantan Kepala BAIS TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto angkat bicara terhadap kasus ini dalam podcast Madilog bersama wartawan senior Indra J Piliang, dikutip pada kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu, 1 April 2026.


Awalnya, Indra J Piliang selaku host mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah teroris.

“Ya intelijen kan pada dasarnya teroris. Tugas utamanya apa? Infiltrasi, sabotase, teror, ya tiga itu. Tugas yang paling tidak bisa dilaksanakan oleh satuan lain, selain intelijen: melaksanakan infiltrasi. Setelah infiltrasi dia sabotase, hasil sabotase itu mendatangkan rasa takut, kan teror,” kata Ponto.

Ia kemudian mencontohkan peristiwa Usman-Harun, yang merupakan anggota KKO (sekarang Marinir) dalam memiliki tugas sebagai intelijen untuk melakukan infiltrasi, sabotase hingga teror di Singapura pada 1965.
 
“Usman-Harun, contohnya. Apa yang dilakukan infiltrasi, satabotase, dicap teror. Ya ketangkap, nasib, risiko, tapi pada dasarnya kan tiga ini,” jelas dia.

“Ya memang itulah dilatih di intelijen, Kalau dibilang, ya memang tugasnya itu ilmu yang diajarin. Bagi Singapura dia dianggap teroris kan, bagi Indonesia dia pahlawan, gimana, ilmunya sama,” tambah Ponto menegaskan. 

Menurut dia, hal itu menjadi wajar dalam dunia intelijen yang digunakan suatu negara.

“Itu adalah senjata. Apa bedanya dengan pisau. Kita bikin pisau, bisa dipakai untuk senjata, bisa dipakai untuk diri sendiri. Sama dengan intelijen. Tapi minimal jangan sampai kita digigit oleh pisau itu sendiri. Makanya kita jaga baik-baik. Bagaimana binpers (pembinaan personel)-nya, bagaimana logistiknya, logistiknya, semua (harus) teratur,” pungkasnya.
 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya