Berita

Ilustrasi tentara AS (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC)

Dunia

Ribuan Pasukan Elite AS Mendarat di Timur Tengah

SELASA, 31 MARET 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) mulai mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. 

Dikutip dari Reuters, Selasa 31 Maret 2026, pasukan yang dikirim berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82, salah satu unit elite Angkatan Darat AS. Mereka bergabung dengan ribuan personel lain yang sudah lebih dulu berada di wilayah tersebut, termasuk marinir, pasukan operasi khusus, dan angkatan laut. Selama akhir pekan, sekitar 2.500 marinir juga telah tiba untuk memperkuat kehadiran militer AS.

Meski belum diumumkan secara rinci lokasi penempatannya, pengerahan ini bertujuan meningkatkan kesiapan militer AS menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk operasi langsung ke wilayah Iran. Pasukan tambahan ini mencakup unsur komando, tim tempur brigade, serta unit logistik dan pendukung lainnya.


Sejauh ini, belum ada keputusan resmi untuk mengirim pasukan darat ke Iran. Namun, langkah ini membuka lebih banyak opsi strategis bagi pemerintah AS jika konflik terus meningkat.

Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah merebut Pulau Kharg, yang menjadi pusat sekitar 90 persen ekspor minyak Iran. Operasi ini dinilai berisiko tinggi karena wilayah tersebut berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran.

Selain itu, pemerintah AS juga membahas kemungkinan operasi untuk mengambil uranium yang sangat diperkaya dari fasilitas bawah tanah Iran. Opsi ini berpotensi menyeret pasukan AS ke konflik yang lebih dalam dan berkepanjangan.

Pilihan lain mencakup pengamanan jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Misi ini kemungkinan besar akan mengandalkan kekuatan udara dan laut, namun tidak menutup kemungkinan penempatan pasukan di wilayah pesisir Iran.

Penggunaan pasukan darat, meskipun terbatas, dinilai memiliki risiko politik yang besar bagi Trump. Dukungan publik di dalam negeri terhadap perang ini relatif rendah, ditambah janji kampanyenya sebelumnya untuk menghindari keterlibatan dalam konflik baru di Timur Tengah.

Sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari dalam misi yang disebut Operation Epic Fury, AS telah menyerang lebih dari 11.000 target. Dalam operasi tersebut, lebih dari 300 tentara AS mengalami luka-luka dan 13 personel dilaporkan tewas.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya