Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Politik

Bahlil Dituntut Transparan Soal Risiko BBM Dampak Konflik Timur Tengah

SENIN, 30 MARET 2026 | 10:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dituntut untuk lebih transparan kepada publik mengenai potensi dampak konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Pengamat politik Igor Dirgantara menilai, ketersediaan BBM di Indonesia mulai berpotensi terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama karena pembatasan jalur strategis Selat Hormuz.

Ia mengungkapkan, terdapat kapal tanker yang mengangkut minyak mentah untuk Indonesia yang tertahan dan tidak dapat melintasi Selat Hormuz di dua titik. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan BBM dalam negeri.


“Ini artinya, Indonesia belum tentu bisa mendapatkan pasokan BBM dari negara tetangga dengan mudah,” ujar Igor kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 30 Maret 2026.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN) tersebut menilai Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah dan Amerika Serikat, sehingga akan sulit mencari alternatif pasokan dari wilayah lain.

“Apalagi negara dengan daya beli lebih kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan cenderung memiliki posisi tawar lebih besar di pasar energi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Igor mendorong pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, untuk menyampaikan secara terbuka berbagai potensi dampak yang mungkin terjadi akibat dinamika global saat ini.

“Sebaiknya Menteri Bahlil lebih transparan mengenai potensi risiko terburuk beserta langkah antisipasinya, seperti penguatan cadangan energi strategis atau percepatan diversifikasi energi, ketimbang sekadar imbauan penghematan BBM kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya akurasi informasi yang disampaikan kepada publik.

“Pengalaman sebelumnya, saat Menteri Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait bencana di Aceh dan Sumatera Utara bahwa listrik sudah pulih, padahal kenyataannya belum sepenuhnya,” pungkas Igor.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya