Berita

Ilustrasi Grand Hotel De Djokja (Sumber: InJourney)

Nusantara

Sejarah Grand Hotel De Djokja Saksi Bisu Era Kolonial di Malioboro

MINGGU, 29 MARET 2026 | 22:11 WIB | OLEH: TIFANI

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menghidupkan kembali hotel legendaris Grand Hotel De Djokja. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian sekaligus revitalisasi salah satu ikon perhotelan bernuansa heritage di Indonesia. 

Hotel yang telah berdiri sejak awal abad ke-20 ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan juga bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Grand Hotel De Djokja dikenal sebagai saksi bisu berbagai peristiwa penting sejak era kolonial hingga masa kemerdekaan. 

Mengutip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, hotel yang beralamat di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta ini merupakan hotel pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada awal berdirinya, hotel ini dimiliki oleh perusahaan C.V Marbak yang menjadi pelopor bisnis perhotelan di kawasan tersebut.


Pembangunan hotel dimulai pada 1908 dan resmi beroperasi pada 1911 dengan nama Grand Hotel de Djogja. Seiring berjalannya waktu, hotel ini mengalami berbagai perubahan nama yang mencerminkan dinamika sejarah Indonesia. 

Saat masa pendudukan Jepang pada 1942, hotel ini sempat berganti nama menjadi Asahi Hotel yang berarti “matahari terbit”. Memasuki masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, fungsi hotel ini pun berubah signifikan. 

Pada tahun 1946, bangunan ini digunakan sebagai markas oleh Jenderal Sudirman dalam perjuangan melawan penjajah. Sejak saat itu, nama hotel diubah menjadi Hotel Merdeka sebagai simbol semangat kemerdekaan bangsa.

Tidak berhenti di situ, perjalanan hotel ini terus berlanjut pada era setelah kemerdekaan. Pada 1960, hotel ini dihibahkan kepada Pemerintah Indonesia dan kembali berganti nama menjadi Hotel Garuda. 

Nama tersebut dipilih sebagai representasi dari lambang negara Republik Indonesia yang sarat makna nasionalisme. Perubahan kembali terjadi pada 1975 ketika pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1975. 

Melalui kebijakan tersebut, Hotel Garuda resmi menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bekerja sama dengan PT Natour. Sejak saat itu, nama hotel berubah menjadi Natour Garuda.

Seiring perkembangan industri pariwisata, hotel ini juga mengalami proses pembaruan fisik. Renovasi besar pertama dilakukan pada 29 Juni 1985 dan diresmikan langsung oleh Gubernur DIY saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. 

Setelah renovasi, nama hotel kembali berubah menjadi Hotel Inna Garuda yang lebih dikenal luas oleh masyarakat. Kini, melalui langkah InJourney, nama Grand Hotel De Djokja kembali dihidupkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjangnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya