Berita

Ilustrasi Ketupat (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Asal-usul Tadisi Lebaran Ketupat yang Sarat Makna di Bulan Syawal

MINGGU, 29 MARET 2026 | 20:51 WIB | OLEH: TIFANI

Lebaran ketupat merupakan tradisi masyarakat Jawa pada bulan Syawal. Tradisi ini dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni pada 8 Syawal. 

Tradisi lebaran ketupat dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga, menyambangi sanak saudara, hingga menggelar hajatan tertentu. Tradisi lebaran ketupat menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa, terutama karena sejarahnya yang erat dengan proses penyebaran Islam di Nusantara.

Tradisi lebaran ketupat diyakini bermula dari masa Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga atau Raden Sahid. Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai simbol perayaan lebaran pada masa Kesultanan Demak yang dipimpin Raden Patah.


Pada masa itu, Sunan Kalijaga memanfaatkan tradisi lokal seperti slametan untuk menyebarkan ajaran Islam. Ketupat kemudian dijadikan media dakwah untuk mengenalkan konsep syukur, silaturahmi, dan sedekah dalam suasana yang akrab dan merakyat.

Tradisi kupatan yang muncul pada era Wali Songo adalah hasil adaptasi dari budaya Nusantara yang kemudian dikemas dalam nuansa Islam. Dalam tradisi masyarakat Jawa, ketupat melambangkan penyucian diri setelah menjalani puasa sebulan penuh di bulan ramadan.

Struktur ketupat yang padat dan dibungkus rapat menggambarkan hati dan diri manusia yang kembali bersih dari dosa. Mengutip studi berjudul “Makna Simbolik Dan Kultural Tradisi Lebaran Ketupat bagi Masyarakat Jawa”, tradisi lebaran ketupat secara kultural memiliki makna saling memaafkan.

Hal ini dilakukan dengan mengakui kesalahan diri masing-masing, sehingga memudahkan diri untuk memaafkan kesalahan orang lain. Ketupat menjadi simbol maaf bagi masyarakat Jawa, seseorang berkunjung ke kerabat dan memakan ketupat yang disuguhkan artinya pintu maaf telah dibuka dan segala salah dan khilaf antar keduanya terhapus.

Dengan memakan ketupat, umat Islam diharapkan mengingat bahwa mereka sudah terlepas dan terbebas dari kesalahan. mereka berkewajiban untuk saling meminta dan memberi maaf agar kebebasan itu benar-benar sempurna.

Momen Lebaran Ketupat juga menjadi sarana komunikasi dan silaturahmi antar tetangga dan kerabat dekat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya