Berita

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI). (Foto: Istimewa)

Politik

BMI Kecam Keras Fitnah terhadap AHY soal Ijazah Jokowi

MINGGU, 29 MARET 2026 | 02:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) mengecam keras beredarnya konten hoaks serta fitnah yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin Channel. 

Konten tersebut menuduh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Ketua DPR Puan Maharani dan ulama Habib Rizieq Shihab bertindak sebagai koordinator dalam penyebaran isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum DPN BMI Farhan Efendi melalui Ketua Harian DPN BMI, Aditiya Utama mengatakan, narasi yang dibangun oleh kanal tersebut bukan sekadar informasi salah, melainkan sebuah kejahatan siber terstruktur dan upaya pembunuhan karakter jahat untuk merusak citra AHY serta mengganggu stabilitas politik nasional yang saat ini sedang kondusif. 


"Tuduhan AHY bersekongkol hingga membiayai gerakan untuk mendelegitimasi mantan kepala negara adalah fitnah murahan yang sangat tidak berdasar dan merupakan serangan personal yang amat keji," kata Aditiya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 29 Mei 2026.

Ia menegaskan, saat ini AHY tengah fokus total menjalankan amanah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

"Hubungan AHY dengan Jokowi selama ini juga terjalin sangat harmonis dan produktif," kata Aditya.

BMI menilai ada pihak yang tidak suka dengan kinerja AHY, sehingga mereka mencoba menggunakan narasi sampah dan manipulasi teknologi untuk memecah belah tokoh bangsa. 

"Sangat tidak logis jika AHY dikaitkan dengan isu ijazah yang sudah basi dan berkali-kali dipatahkan," kata Aditya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya