Berita

Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Tatap 2029, PKB Target Hijaukan Probolinggo

SABTU, 28 MARET 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Suasana politik mulai menghangat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo di Pondok Pesantren Badriduja, Kraksaan, Jawa Timur.

Agenda konsolidasi ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga panggung konsolidasi kekuatan menuju Pemilu 2029.

Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan bahwa PKB sebenarnya menjadi pemenang suara dalam Pemilu 2024, meskipun secara kursi masih kalah dari partai lain di DPRD.


Menurutnya, capaian itu menjadi modal penting untuk menatap kontestasi politik berikutnya.

“Pemilu 2024 kita hanya kalah kursi. Tapi ingat, untuk Pemilu 2029 Kabupaten Probolinggo harus kita hijaukan,” tegas Fahmi dikutip RMOLJatim, Sabtu 28 Maret 2026.

Fahmi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Probolinggo itu menekankan pentingnya kerja nyata kader di tingkat bawah. 

Ia meminta seluruh struktur partai, mulai dari ranting hingga DPC, aktif bergerak di tengah masyarakat.

“Jangan hanya diam. Kader PKB harus hadir di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa PKB benar-benar ada untuk rakyat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Fahmi juga menyoroti peran strategis Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Probolinggo. Ia bahkan secara khusus mengabsen sembilan anggota Fraksi PKB yang duduk di parlemen daerah.

“Fraksi PKB adalah kepanjangan tangan DPC. Mereka harus menjadi representasi perjuangan partai di lembaga legislatif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Faisol Riza, menilai kepemimpinan Fahmi mampu memberi warna baru dalam dinamika politik di Kabupaten Probolinggo. 

Ia menyebut PKB di daerah ini menunjukkan soliditas dan respons positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah PKB Kabupaten Probolinggo memberikan sambutan yang luar biasa. Kehadiran Ra Fahmi mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat,” ujar Faisol Riza.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya