Berita

Mohamad Safa (Foto: Akun X @mhdksafa)

Dunia

Mohamad Safa Bongkar Sinyal Mengerikan Dunia Menuju Perang Nuklir

SABTU, 28 MARET 2026 | 10:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Isu penggunaan senjata nuklir menjadi salah satu kekhawatiran paling serius bagi Mohamad Safa yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai Direktur Eksekutif organisasi Patriotic Vision (PVA) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Safa mengungkapkan bahwa ia melihat adanya tanda-tanda dunia mulai bergerak menuju skenario yang melibatkan penggunaan senjata nuklir. Ia bahkan menilai PBB tidak lagi sekadar memantau situasi, tetapi sudah bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.

“Saya tidak bisa dengan hati nurani tetap menjadi bagian saat PBB bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir,” ujar Safa dalam pernyataan pengunduran dirinya yang diunggah di media sosial X, seperti dikutip redaksi, Sabtu 28 Maret 2026.


Menurut Safa, meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kekhawatiran tersebut. Konflik yang terus memanas dinilai berpotensi naik ke level yang lebih berbahaya, termasuk melibatkan senjata pemusnah massal.

Ia juga menyoroti narasi global mengenai ancaman nuklir Iran. Safa menilai isu tersebut tidak sepenuhnya netral, melainkan berpotensi digunakan untuk membentuk opini publik agar mendukung eskalasi konflik yang lebih luas.

Selain itu, kawasan Timur Tengah, termasuk Israel, saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan. Dalam situasi seperti ini, isu nuklir bukan hanya menjadi ancaman teoritis, tetapi mulai dianggap sebagai skenario nyata yang harus diantisipasi.

Pengunduran diri Safa menjadi sinyal keras bahwa kekhawatiran terhadap perang nuklir kembali mencuat. Ia memperingatkan bahwa jika konflik global tidak segera diredam, dunia bisa menghadapi konsekuensi yang jauh lebih besar dan berbahaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya