Berita

Aksi tabur bunga di lokasi tragedi KM 50, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 27 Maret 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

JUMAT, 27 MARET 2026 | 17:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sekitar 50 anggota Persaudaraan Umat Islam (PUI) menggelar doa bersama di lokasi Tragedi Kilometer 50 (KM 50) Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 27 Maret 2026.

Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk dukungan moral agar pengusutan peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2020 itu dapat dituntaskan secara transparan.

Namun, kedatangan mereka justru disambut pemandangan berbeda di lokasi yang pernah menjadi titik krusial dalam peristiwa tersebut. Rest area yang sebelumnya ramai kini tidak lagi beroperasi.


“Kami kaget, warung-warung tutup, aktivitas nihil, dan suasana lengang menyelimuti lokasi yang sebelumnya menjadi pusat perhatian publik,” ujar Koordinator PUI, Sjahrir Jasim dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Sjahrir, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Ia bahkan menyinggung adanya dugaan pengaburan fakta dalam penanganan kasus KM 50.

“Ini bukan sekadar rest area yang berhenti beroperasi, melainkan lokasi yang pernah menjadi TKP. Ketika tempat seperti ini ditutup dan dibiarkan kosong, publik wajar mempertanyakan apakah ada upaya mengaburkan fakta dari perhatian publik,” kata dia.

Ia menjelaskan, rest area tersebut ditutup sekitar dua pekan setelah peristiwa berdarah itu terjadi. Para pedagang direlokasi ke lokasi lain, sementara area utama justru ditutup permanen.

Sjahrir menilai alasan pengelola jalan tol, PT Jasa Marga, yang menyebut penutupan dilakukan demi kelancaran lalu lintas belum cukup menjawab keganjilan yang muncul.

“Kalau memang alasan utamanya lalu lintas, mengapa penutupan permanen baru dilakukan setelah lokasi ini menjadi sorotan sebagai TKP? Ini yang menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam prinsip hukum, tempat kejadian perkara seharusnya dijaga integritasnya hingga proses hukum benar-benar tuntas.

“Ditambah dalam fakta persidangan CCTV hilang, lokasi rest area yang jadi TKP ditutup, dan kasus belum terang. Ini rangkaian yang tidak bisa dianggap kebetulan. Justru ini memperkuat dugaan adanya pengaburan fakta,” tegasnya.

Aksi doa bersama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PUI yang sebelumnya juga menggelar aksi damai di DPR dan Mabes Polri.

“Doa bersama ini selain untuk mendoakan para korban, juga sebagai harapan agar aparat penegak hukum tidak melupakan tragedi memilukan ini,” lanjutnya.

PUI juga mendesak Komisi III DPR membentuk panitia khusus (Pansus) KM 50 serta mendorong kepolisian membuka kembali pengusutan kasus tersebut secara menyeluruh dan transparan.

“Komisi III harus tegas dan tidak tebang pilih kasus. Segera bentuk Pansus KM 50 dan pihak Mabes Polri membuka kembali pengusutan tragedi kemanusiaan ini,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya