Berita

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

JUMAT, 27 MARET 2026 | 16:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dapat memberi tekanan serius terhadap perekonomian Indonesia.

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menjelaskan, krisis energi hampir selalu berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global karena energi merupakan komponen utama dalam hampir semua aktivitas ekonomi.

Ketika harga minyak naik, biaya transportasi dan produksi akan ikut meningkat. Dampaknya kemudian menjalar ke harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.


“Kenaikan harga energi biasanya merambat ke berbagai sektor ekonomi,” ujar Awalil dikutip Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menilai negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga minyak dunia. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak membuat stabilitas energi nasional sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global.

Data menunjukkan, produksi minyak domestik Indonesia masih berada di bawah kebutuhan konsumsi nasional. Kondisi ini membuat Indonesia tetap harus mengimpor minyak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan energi.

Dalam situasi konflik global yang berkepanjangan, kenaikan harga minyak dapat menimbulkan tekanan tambahan terhadap anggaran negara. Selain itu, lonjakan harga energi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat karena memicu inflasi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi gejolak harga energi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan mengubah kebijakan subsidi BBM meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan.

“APBN kita tetap stabil. Saya tidak akan merevisi anggaran atau subsidi, meskipun harga minyak bisa naik tajam,” kata Purbaya belum lama ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya