Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa kebijakan tahanan rumah memiliki dasar hukum yang jelas. Ia merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang lama maupun yang baru.
“Di KUHAP khususnya KUHAP Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 itu diatur di pasal 22 dan 23. Di Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 atau KUHAP yang baru diatur di pasal 108 ya di sana ada ayat 1 sampai dengan 11 jadi itu norma hukumnya ada seperti itu,” kata Asep kepada wartawan, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Populer
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35
UPDATE
Senin, 27 Juli 2026 | 20:25
Senin, 27 Juli 2026 | 20:24
Senin, 27 Juli 2026 | 20:23
Senin, 27 Juli 2026 | 20:16
Senin, 27 Juli 2026 | 20:14
Senin, 27 Juli 2026 | 20:02
Senin, 27 Juli 2026 | 19:59
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Senin, 27 Juli 2026 | 19:49
Senin, 27 Juli 2026 | 19:48