Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa kebijakan tahanan rumah memiliki dasar hukum yang jelas. Ia merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang lama maupun yang baru.
“Di KUHAP khususnya KUHAP Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 itu diatur di pasal 22 dan 23. Di Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 atau KUHAP yang baru diatur di pasal 108 ya di sana ada ayat 1 sampai dengan 11 jadi itu norma hukumnya ada seperti itu,” kata Asep kepada wartawan, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
Kamis, 24 September 2026 | 20:07
UPDATE
Minggu, 27 September 2026 | 02:22
Minggu, 27 September 2026 | 02:02
Minggu, 27 September 2026 | 01:46
Minggu, 27 September 2026 | 01:20
Minggu, 27 September 2026 | 01:07
Minggu, 27 September 2026 | 00:35
Minggu, 27 September 2026 | 00:17
Minggu, 27 September 2026 | 00:05
Sabtu, 26 September 2026 | 23:49
Sabtu, 26 September 2026 | 23:20