Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Melonjak Tajam, Brent Dibanderol 108 Dolar AS

JUMAT, 27 MARET 2026 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam didorong kekhawatiran investor bahwa konflik di Timur Tengah akan semakin meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. 

Dikutip dari Reuters, Jumat 27 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, minyak mentah Brent naik sekitar 5,7 persen ke level 108,01 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika menguat 4,6 persen menjadi 94,48 Dolar AS per barel. 

Lonjakan harga terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian arah konflik. Iran menyatakan masih meninjau proposal AS terkait upaya mengakhiri perang, namun menilai usulan tersebut tidak adil dan belum membuka ruang negosiasi nyata. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran sempat menawarkan izin bagi 10 kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz sebagai sinyal niat baik.


Situasi yang simpang siur ini membuat pelaku pasar cenderung mencari aset aman. “Ada kebingungan dan frustrasi murni mengenai kebenaran cerita yang muncul dari Amerika Serikat dan Iran. Investor kembali beralih ke aset yang lebih aman untuk melindungi modal,” ujar Timothy Snyder, kepala ekonom di Matador Economics.

Ketegangan juga meningkat di lapangan. AS dilaporkan akan mengirim tambahan pasukan ke kawasan Teluk, sementara kelompok Houthi di Yaman menyatakan siap kembali menyerang jalur pelayaran di Laut Merah. Kondisi ini memperbesar risiko gangguan distribusi energi global.

Dampak perang terhadap pasokan minyak pun semakin nyata. Pengiriman melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut situasi ini sebagai gangguan pasokan terbesar yang pernah terjadi.

Tekanan pasokan tidak hanya datang dari Timur Tengah. Serangan drone Ukraina dan penyitaan kapal tanker telah menghentikan sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia. Di saat yang sama, produksi minyak Irak juga menurun karena kapasitas penyimpanan yang sudah mendekati batas kritis.

Meski demikian, ada sedikit tanda pelonggaran. Beberapa kapal tanker mulai kembali melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi diplomatik dengan Iran. Namun secara keseluruhan, eskalasi militer, pembatasan jalur distribusi, dan ketidakpastian negosiasi masih menjadi faktor utama yang menahan pasar energi dalam tekanan tinggi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya