Berita

Analisis politik dan militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting, dalam podcast Madilog yang disiarkan Kamis, 26 Maret 2026. (Foto: Youtube Forum Keadilan TV)

Politik

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

KAMIS, 26 MARET 2026 | 21:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mundurnya Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Letjen TNI) Yudi Abrimantyo dari Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) dianggap tepat oleh banyak kalangan.

Langkah mundur itu sebagai buntut kasus penyiraman air keras Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Menurut analisis politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, sikap Letjen TNI Yudi Abrimantyo patut diapresiasi setelah diketahui terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus ialah 4 orang anggota BAIS.


"Mundurnya Letnan Jenderal (TNI) Yudi Abrimantyo ini, menurut saya bagus dalam pengertian ini pertanggungjawaban dia," ujar Selamat dikutip dalam podcast Madilog pada Kamis, 26 Maret 2026.

Ia memandang, dalam dunia intelijen terdapat pemeo yang menyebut "apabila kerja intelijen berhasil tidak dipuji, kalau gagal dicaci maki, jika hilang tidak dicari, dan apabila mati tidak diakuiā€. 

"Artinya, dalam dunia intelijen itu sangat sadis. Pilihannya berhasil atau gagal," sambungnya menegaskan.

Adapun dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang diduga dilakukan anggota Bais TNI, menunjukan kegagalan Letjen TNI Yudi Abrimantyo dalam memimpin lembaga. 

"(Terlepas) apakah ini operasi individu, atau apakah ini operasi atas perintah? Ya tentu nanti pihak terkait, dalam hal ini Polisi Militer yang akan menyelidiki karena ini sudah masuk dalam ranah peradilan militer," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya