Berita

Kick off pembangunan pagar pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (Foto: RMOLLampung)

Nusantara

Pagar TNWK Diperluas 138 Km Atasi Konflik Gajah-Manusia

KAMIS, 26 MARET 2026 | 19:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah resmi memperluas pembangunan pagar pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur dari rencana awal 11 kilometer menjadi 138 kilometer.

Langkah ini menjadi solusi strategis mengakhiri konflik manusia dan satwa liar yang berlangsung selama 43 tahun.

Kick-off pembangunan digelar di TNWK, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis, 26 Maret 2026 dan dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.


Menteri Kehutanan Raja Juli mengatakan, perluasan pagar pembatas TNWK merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi permanen.

“Kalau hanya 11 kilometer, konflik tidak akan selesai. Ini masalah 43 tahun dan telah menimbulkan korban, merusak pertanian, dan menghambat ekonomi desa,” kata Raja Juli dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung.

Sementara itu, Gubernur Mirza menegaskan keputusan ini menandakan komitmen kuat pemerintah pusat untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Pembangunan pagar diharapkan bisa mengembalikan keamanan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.

“Dengan adanya pembatas, masyarakat bisa kembali memaksimalkan lahan pertanian seperti padi, jagung, dan singkong. Ke depan, komoditas baru seperti madu dan serai juga bisa dikembangkan,” ujar Mirza.

Pembangunan ini menyasar 27 desa penyangga TNWK, dengan target penyelesaian dalam 3-4 bulan. Pagar terbuat dari konstruksi baja dan pipa berdiameter besar, dirancang khusus untuk menahan tekanan gajah, serta telah melalui uji kekuatan.

Program ini juga melibatkan skema pendanaan campuran (blended finance) dari pemerintah, swasta, dan lembaga nonpemerintah. Selain menyelesaikan konflik, langkah ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, mendorong ekonomi lokal, dan menciptakan jalur budidaya madu serta wisata berbasis masyarakat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya