Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

APBN 2026 Perlu Penyesuaian Hadapi Ketidakpastian Global

KAMIS, 26 MARET 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto mendorong pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian terhadap konstruksi APBN 2026. 

Pasalnya, perubahan signifikan pada asumsi makro seperti harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS harus segera direspons secara serius.
 
“Penyesuaian tersebut penting agar APBN tetap kredibel dan mampu menjadi instrumen stabilisasi ekonomi di tengah ketidakpastian global yang meningkat,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026. 


Lanjut dia, tanpa revisi, maka risiko tekanan fiskal akan semakin besar, yang dikhawatirkan akan menembus batas defisit anggaran yang 3.0 persen PDB.
 
Mulyanto menekankan bahwa alokasi belanja negara juga harus dipertajam dan difokuskan pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. 

“Pemerintah diuji untuk benar-benar menunjukkan keberpihakannya kepada ekonomi rakyat kecil di tengah krisis geopolitik saat ini.  Program MBG, Koperasi Merah Putih, dan pembangunan IKN penting untuk dipertajam,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, ia melihat adanya peluang dari kenaikan harga komoditas global seperti batubara, minyak sawit, dan gas alam yang dapat menjadi penopang tambahan bagi pendapatan negara. 

“Potensi ini harus dioptimalkan untuk menjaga keseimbangan fiskal,” tegasnya.
 
Dengan langkah-langkah tersebut, Mulyanto meyakini Pemerintah tetap dapat menjaga stabilitas APBN tanpa harus mengambil kebijakan yang berisiko menekan daya beli masyarakat melalui kenaikan harga BBM bersubsidi.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya