Berita

Keberadaan sampah di lingkungan Pemkab Bandung Barat dibiarkan menumpuk menambah citra buruk wajah Bandung Barat (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Wajah Pemkab Bandung Barat Tercoreng Sampah dan WC Jorok

KAMIS, 26 MARET 2026 | 14:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi Kompleks Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dikeluhkan masyarakat karena terlihat kumuh dan minim perawatan rutin. Bahkan, tumpukan sampah terlihat di sejumlah sudut kawasan perkantoran tersebut hingga menimbulkan kesan seperti tempat pembuangan sampah (TPS).

Ketua Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Yacub Anwar Lewi menilai persoalan sampah ini telah mencoreng wajah Pemkab Bandung Barat.

“Pemkab Bandung Barat memiliki 21 dinas dan empat badan daerah. Masa dengan banyaknya dinas tidak mampu mengatasi permasalahan sampah di kantor Pemkab Bandung Barat,” kata Yacub diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Kamis, 26 Maret 2026.


Menurut dia, kebersihan kompleks perkantoran pemerintah seharusnya menjadi cerminan dari kepedulian para pejabat terhadap lingkungan kerja.

“Kalau kumuh, banyak sampah, kan tidak layak. Mau dikemanakan wajah Bandung Barat ini,” ujarnya.

Yacub menyarankan agar setiap dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bandung Barat dapat berinisiatif melakukan pembersihan secara berkala. Salah satunya dengan melakukan urunan untuk membiayai tenaga kebersihan serta perawatan fasilitas perkantoran.

“Tapi sepertinya para dinas tidak berpikir ke sana karena tidak ada langkah untuk melakukan itu. Bahkan lihat saja, toilet-toiletnya kotor dan jorok. Apa tidak jijik dengan kondisi begitu,” ungkapnya.

Fakta ini bertolak belakang dengan pernyataan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail yang mengklaim pelayanan kesehatan dan pengelolaan sampah sebagai prioritas pemerintah daerah pada 2026.

Jeje sebelumnya menilai, kesehatan merupakan layanan dasar yang tidak boleh terganggu oleh persoalan anggaran.

“Pelayanan kesehatan harus cepat, ramah, dan terjangkau. Itu kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya