Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Melemah di Sesi I, Tekanan Jual Mendominasi Pasar

KAMIS, 26 MARET 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Kamis siang 26 Maret 2026 di zona merah. 

IHSG tercatat turun 1,21 persen atau melemah 88,04 poin ke level 7.214,08, menandakan tekanan jual yang cukup kuat sejak pembukaan perdagangan pagi.

Pergerakan pasar didominasi oleh saham-saham yang terkoreksi. Sebanyak 371 saham mengalami penurunan, sementara 311 saham menguat dan 276 saham stagnan. Hal ini mencerminkan sentimen negatif yang lebih dominan di pasar pada siang hari ini.


Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi terbilang besar mencapai Rp25,94 triliun. Namun, sebagian besar nilai tersebut berasal dari transaksi negosiasi saham FAP Agri (FAPA) sebesar Rp18,8 triliun. Di luar transaksi tersebut, aktivitas pasar reguler terlihat lebih moderat.

Volume perdagangan tercatat mencapai 18,71 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,03 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar mengalami penurunan menjadi Rp12.693 triliun pada akhir sesi pertama.

Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor energi (-2,05 persen), industri (-2,04 persen), dan teknologi (-1,26 persen). Sektor bahan baku dan siklikal juga turut mengalami tekanan.

Di sisi lain, hanya segelintir sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor kesehatan yang naik tipis 0,01 persen dan sektor transportasi yang mencatat kenaikan cukup signifikan sebesar 2,64 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya, di mana sejumlah sektor sempat menjadi penopang penguatan IHSG.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG justru berbalik menjadi penekan pada sesi siang ini.

Saham Telkom Indonesia (TLKM), yang kemarin melonjak 8,2 persen, kini terkoreksi 3,64 persen dan memberikan tekanan sebesar 12,62 poin terhadap IHSG.

Hal serupa terjadi pada saham Astra International (ASII) yang turun 4,55 persen ke level 6.300, setelah sebelumnya menguat tajam 13,79 persen. Penurunan ASII turut membebani indeks sebesar 12,28 poin.

Sejalan dengan IHSG, sejumlah indeks utama lainnya juga mengalami pelemahan. Indeks LQ45 turun 1,33 persen ke level 736,495. Jakarta Islamic Index (JII) melemah lebih dalam sebesar 1,95 persen ke 481,856.

Indeks IDX30 tercatat turun 1,51 persen ke level 400,690, sementara indeks MNC36 melemah 1,35 persen ke posisi 310,311.

Tekanan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi oleh pelemahan bursa saham di kawasan Asia. Hingga siang ini, indeks Nikkei Jepang turun 0,84 persen, sementara Kospi Korea Selatan melemah cukup dalam sebesar 2,44 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global turut memengaruhi pergerakan IHSG, sehingga memperbesar tekanan jual di pasar domestik.

Pelemahan IHSG pada sesi pertama hari ini mencerminkan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan signifikan sebelumnya, terutama pada saham-saham unggulan. Ditambah dengan sentimen negatif dari bursa regional, tekanan terhadap IHSG menjadi semakin kuat.

Pelaku pasar kini cenderung lebih berhati-hati sambil menunggu sentimen lanjutan, baik dari dalam negeri maupun global, yang dapat menentukan arah pergerakan IHSG pada sesi berikutnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya