Berita

Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (Foto Situs OJK)

Bisnis

Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi Siap Kawal Inovasi di Pasar Modal dan Derivatif

KAMIS, 26 MARET 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor keuangan Indonesia memasuki fase kepemimpinan baru setelah Hasan Fawzi resmi dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. 

Melalui prosesi di Mahkamah Agung RI pada Rabu 25 Maret 2026, ia kini memegang mandat penuh untuk memperkuat integritas pasar modal tanah air.

Dalam seremoni yang dipimpin oleh Ketua MA, Sunarto, Hasan Fawzi memberikan komitmen penuhnya saat penetapan jabatan dibacakan.


“Presiden Republik Indonesia menimbang, mengingat, dan memutuskan, menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon merangkap anggota,” ucap Sunarto.

Dengan lugas, Hasan menjawab,“Bersedia,” menandai kesiapannya mengemban tugas strategis tersebut. 

Pasca-pengambilan sumpah, Hasan menegaskan prinsip integritas yang akan dibawanya. Ia berjanji untukmenolak segala bentuk suap atau pemberian yang berpotensi memengaruhi independensi jabatan, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab sesuai regulasi yang berlaku, dan menjaga kesetiaan terhadap NKRI dan UUD 1945.

Langkah Hasan ini dilakukan berbarengan dengan jajaran petinggi OJK lainnya. Selain dirinya, sumpah jabatan juga diucapkan oleh Ketua dan Wakil Ketua DK OJK, serta para Kepala Eksekutif yang membidangi Edukasi dan Pelindungan Konsumen, hingga Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan Aset Kripto. Tak ketinggalan, perwakilan ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga turut dikukuhkan secara kolektif.

Penunjukan ini merupakan kelanjutan dari rotasi strategis di tubuh OJK. Hasan Fawzi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. 

Ia terpilih menggantikan Inarno Djajadi yang mengundurkan diri, setelah sebelumnya pada akhir Januari lalu ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) pengganti untuk mengawal sektor pasar modal dan bursa karbon yang tengah menjadi sorotan publik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya