Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indeks Dolar AS Mendekati 100: Investor Waspadai Gejolak Inflasi dan Isu Selat Hormuz

KAMIS, 26 MARET 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York terpantau kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu 25 Maret 2026 waktu setempat. 

Penguatan ini didorong oleh kombinasi sentimen ketidakpastian geopolitik dan lonjakan inflasi di Amerika Serikat. 

Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,44 persen menjadi 99,62. 


Keperkasaan Greenback kali ini dipicu oleh sikap skeptis investor terhadap prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun ada klaim kemajuan dari pihak Washington, respons negatif dari Teheran terkait kedaulatan Selat Hormuz membuat pasar memilih untuk mengamankan aset mereka ke dalam Dolar. 

Kondisi ini diperparah oleh data inflasi harga impor AS bulan Februari yang mencatatkan kenaikan tertinggi dalam hampir empat tahun, sebuah sinyal kuat bahwa tekanan inflasi belum mereda.

Dominasi Dolar ini pun menekan mata uang utama lainnya secara signifikan. Euro tergelincir ke level  1,1562 Dolar AS, sementara Poundsterling melemah ke posisi 1,3362 Dolar AS. 

Di Asia, Dolar bahkan menekan Yen Jepang hingga ke level 159,46, meskipun ada sinyal dari Bank of Japan untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Secara teknis, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika kini bergeser drastis ke arah yang lebih ketat (hawkish). 

Data FedWatch Tool CME Group kini mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang, sebuah pembalikan sentimen yang tajam dibandingkan pekan lalu yang justru mengharapkan adanya pemangkasan. Shaun Osborne dari Scotiabank menilai bahwa jika volatilitas pasar tetap tinggi, posisi dolar akan tetap kokoh di tengah jatuhnya harga saham dan obligasi global. 

Lonjakan Indeks DXY ini juga  menjadi alarm bagi pergerakan mata uang Garuda. Ketika Dolar AS perkasa secara global, Rupiah biasanya akan menghadapi tekanan "double hit" dari sisi eksternal maupun internal.

Dengan DXY yang mendekati level psikologis 100, tekanan jual pada mata uang emerging markets termasuk Rupiah cenderung meningkat. Investor global biasanya akan melakukan aksi risk-off dengan menarik modal dari pasar keuangan Indonesia dan memindahkannya kembali ke aset berbasis Dolar AS yang dianggap lebih aman (safe haven).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya