Berita

Kondisi arus lalu lintas dari arah Cisarua menuju Lembang terpantau lancar. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

RABU, 25 MARET 2026 | 15:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Arus kendaraan di sejumlah jalur strategis Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih terpantau tinggi. 

Dinas Perhubungan (Dishub) KBB mencatat lebih dari 34 ribu kendaraan melintas di kawasan Padalarang dan Lembang hingga Rabu siang, 25 Maret 2026.

Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi mengatakan, data Traffic Counting yang dihimpun pada Rabu, 25 Maret 2026 mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB menunjukkan mobilitas kendaraan masih didominasi kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor dan mobil.


"Jumlah kendaraan yang melintas di wilayah Padalarang dari dua arah tercatat sebanyak 20.574 kendaraan," ucap Ridwan dikutip RMOLJabar.

Dipaparkan Ridwan, kendaraan yang bergerak dari arah timur ke barat atau dari Padalarang menuju Cianjur mencapai 12.076 unit. Sementara kendaraan dari arah barat ke timur atau Cianjur menuju Padalarang tercatat sebanyak 8.498 unit.

Komposisi kendaraan yang melintas di jalur tersebut didominasi kendaraan pribadi. Sepeda motor menyumbang sekitar 50 persen dari total kendaraan yang melintas, sedangkan mobil pribadi mencapai sekitar 30 persen.

Selain Padalarang, kepadatan kendaraan juga terjadi di jalur wisata Lembang yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata di Bandung Barat.

Data Dishub KBB mencatat hingga Rabu siang total kendaraan yang melintas di jalur Bandung–Lembang mencapai 14.114 unit dari dua arah.

Rinciannya, kendaraan dari arah selatan ke utara atau dari Bandung menuju Lembang tercatat sebanyak 8.669 unit. Sedangkan kendaraan dari arah utara ke selatan atau Lembang menuju Bandung mencapai 5.445 unit.

Dijelaskan Ridwan, seperti halnya di Padalarang, arus kendaraan di jalur Lembang juga didominasi kendaraan pribadi.

"Sepeda motor mencapai 53,71 persen, sementara mobil pribadi sekitar 33,41 persen dari total kendaraan yang melintas," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya