Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (Facebook Ferdinand Marcos Jr.)

Global

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

RABU, 25 MARET 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. resmi menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap dampak konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. 

Dalam pernyataan resmi yang diumumkan Selasa malam, 24 Maret 2026,  pemerintah menilai bahwa situasi global saat ini berpotensi mengganggu pasokan energi dalam negeri. 

“Sebuah keadaan darurat energi nasional dengan ini dinyatakan sehubungan dengan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap ketersediaan serta stabilitas pasokan energi negara,” demikian bunyi kutipan penting dari keputusan tersebut, dikutip dari Inquirer.


Sebagai langkah penanganan, pemerintah meluncurkan kerangka kerja terpadu bernama Unified Package for Livelihoods, Industry, Food, and Transport (Uplift). Program ini dirancang sebagai respons lintas sektor untuk memastikan pasokan energi tetap stabil, layanan penting tidak terganggu, aktivitas ekonomi terus berjalan, serta melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Melalui skema ini, pengelolaan pasokan energi akan menjadi tanggung jawab utama Kementerian Energi beserta lembaga terkait. Selain itu, dibentuk Komite Uplift yang dipimpin langsung oleh presiden dan beranggotakan sejumlah menteri kunci, mulai dari bidang transportasi, keuangan, pertanian, hingga perencanaan pembangunan. Komite ini bertugas memastikan koordinasi kebijakan berjalan efektif di semua sektor.

Peran teknis dan administratif akan dipegang oleh Departemen Ekonomi, Perencanaan, dan Pembangunan yang juga bertindak sebagai sekretariat. Tugas utama komite mencakup pengawasan distribusi bahan bakar, pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya, serta memastikan layanan publik seperti transportasi, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur penting tetap beroperasi tanpa gangguan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terdampak parah oleh gejolak global. Upaya ini termasuk kemungkinan pembentukan subkomite tambahan dan pelibatan instansi lain guna memperkuat implementasi kebijakan.

Di sisi lain, Departemen Energi diberikan kewenangan khusus untuk mengambil langkah cepat dalam menjaga kecukupan dan stabilitas pasokan energi, termasuk meredam dampak gangguan di pasar energi global.

Perlu diketahui, Filipina saat ini juga masih berada dalam status bencana nasional selama satu tahun, yang sebelumnya ditetapkan setelah Topan Tino (Kalmaegi) melanda pada November lalu. Status ini menjadi salah satu syarat yang memungkinkan pemerintah untuk mengambil kebijakan tambahan, termasuk opsi pengurangan atau penangguhan pajak bahan bakar apabila harga minyak dunia terus meningkat.

Dengan langkah ini, pemerintah Filipina berupaya mengantisipasi dampak lanjutan dari krisis global, sekaligus menjaga agar roda ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan stabil di tengah ketidakpastian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya