Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

RABU, 25 MARET 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari tiga minggu, pasar keuangan global menunjukkan dinamika menarik yang ditandai dengan adanya pergeseran preferensi investor dalam memilih aset yang dianggap aman di tengah ketidakstabilan kondisi global.

Selama ini, emas dikenal sebagai “safe haven” atau aset pelindung nilai. Namun dalam beberapa waktu terakhir, justru terlihat investor mulai menarik dana dari emas. Sebaliknya, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak terduga di tengah gejolak tersebut.

Data pasar mencerminkan perubahan arus dana yang cukup signifikan. Dalam sepekan terakhir, sekitar 3,8 miliar dolar AS keluar dari dua ETF emas terbesar, yaitu SPDR Gold Shares (GLD) dan iShares Gold Trust (IAU). Di sisi lain, ETF Bitcoin justru mencatat aliran dana masuk sekitar 2 miliar Dolar AS dalam beberapa minggu terakhir.


Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa minat investor terhadap Bitcoin sedang meningkat, bahkan di tengah situasi global yang tidak menentu.

Sementara emas terkoreksi, harga Bitcoin hingga Rabu, 25 Maret justru terus mencatat kenaikan sekitar 1,17 persen ke level 71.167 Dolar AS, berdasarkan data dari CoinMarketCap. 

Analis ETF senior dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menilai bahwa Bitcoin mulai menunjukkan karakteristik sebagai aset aman. “Sejak serangan terhadap Iran, Bitcoin secara mengejutkan tampak seperti aset aman yang bagus, sedangkan emas tidak,” ujarnya.

Meski begitu, Balchunas mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya perubahan permanen. Ia menjelaskan bahwa hubungan antara Bitcoin dan emas tidak selalu saling berlawanan.

“Korelasinya lebih seperti nol, bukan berbanding terbalik. Keduanya adalah penyimpan nilai: yang satu lebih tua, yang lainnya lebih baru,” jelasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya