Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Berfluktuasi di Kisaran 100 Dolar AS

RABU, 25 MARET 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami pergerakan yang tidak stabil di tengah berbagai informasi perang yang membuat bimbang para pelaku pasar.

Pada awal perdagangan, harga minyak sempat melonjak hampir 5 persen. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Namun, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang, kenaikan harga mulai terpangkas. Rencana tersebut disebut-sebut mencakup kemungkinan gencatan senjata selama satu bulan.


Dikutip dari Reuters, Rabu 25 Maret 2026, harga minyak Brent yang sebelumnya ditutup di 104,49 Dolar AS per barel akhirnya turun dan hanya naik tipis menjadi sekitar 100,07 Dolar AS dalam perdagangan setelah penutupan. Sementara minyak mentah AS (WTI) juga mengalami hal serupa, turun dari 92,35 Dolar menjadi sekitar 88,41 Dolar.

Meski ada sinyal perdamaian, pasar masih menerima informasi yang saling bertentangan. Iran membantah sedang bernegosiasi dengan AS, sementara analis menilai peluang kesepakatan masih belum pasti. Salah satu analis mengatakan, “Pasar melihat risiko bahwa pembicaraan ini bisa gagal dan perang akan terus berlanjut.”

Di sisi lain, gangguan pasokan minyak masih menjadi faktor utama yang menopang harga. Konflik di Timur Tengah telah menghambat pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melalui Selat Hormuz yang jadi jalur penting distribusi energi global.

Bahkan, meskipun Iran membuka kemungkinan jalur tersebut bagi kapal tertentu, kondisi di lapangan dinilai belum berubah. Pasokan tetap terganggu dan pasar energi masih dalam tekanan.

Jika situasi ini terus berlanjut hingga akhir April, harga minyak Brent diperkirakan bisa melonjak hingga 150 Dolar AS per barel -- melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada tahun 2008.

Selain itu, serangan terhadap infrastruktur energi di Iran juga memperparah situasi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan krisis pasokan global.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya