Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 82nd Airborne Division)

Dunia

Ini Kelebihan Pasukan Divisi Lintas Udara ke-82 AS yang akan Dikirim ke Iran

RABU, 25 MARET 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan terjun payung Amerika Serikat (AS) dari Divisi Lintas Udara ke-82 dilaporkan sedang menuju Timur Tengah di tengah upaya Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri perang dengan Iran yang kini memasuki minggu keempat. Langkah ini dinilai bisa menjadi titik balik dalam konflik yang terus memanas.

Penempatan pasukan AS ke wilayah tersebut bukan langkah kecil. Jika benar-benar masuk ke Iran, eskalasi konflik hampir pasti terjadi. Namun, tujuan utama Washington disebut-sebut adalah membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang sangat memengaruhi ekonomi global.

Dalam skenario yang lebih agresif, pemerintah AS bahkan mempertimbangkan operasi untuk merebut Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak Iran. Target ini dianggap strategis untuk menekan Teheran agar kembali membuka jalur pelayaran internasional.


Divisi Lintas Udara ke-82 sendiri bukan pasukan biasa. Mereka adalah unit infanteri elit yang dirancang untuk operasi “serangan cepat”, termasuk merebut wilayah penting dalam waktu singkat. Berbasis di Fort Bragg, pasukan ini dikenal mampu dikerahkan ke mana saja di dunia hanya dalam waktu sekitar 18 jam.

“Pasukan terjun payung memiliki kemampuan untuk mengancam target di Teluk tanpa harus melewati selat. Mereka juga bisa tiba dengan relatif cepat," kata analis militer, Mark Cancian, dikutip dari Axios, Rabu 25 Maret 2026.

Meski begitu, ada risiko besar. Sebagai infanteri ringan, pasukan ini rentan saat baru mendarat, terutama jika menghadapi serangan kendaraan lapis baja. Operasi seperti merebut Pulau Kharg juga dinilai berbahaya karena minimnya dukungan militer di sekitar lokasi.

Secara historis, Divisi Lintas Udara ke-82 punya rekam jejak panjang. Dibentuk sejak 1917, mereka terkenal dalam berbagai operasi besar, termasuk Perang Dunia II, Perang Teluk 1991, hingga perang di Irak dan Afghanistan. Mereka juga terlibat dalam evakuasi besar-besaran saat penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 2021.

Unit ini juga memiliki Pasukan Respons Cepat (Immediate Response Force), yang dirancang untuk situasi darurat global. Mereka pernah dikerahkan ke Irak pada 2020 dan ke Eropa pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Dengan kemampuan mobilisasi cepat dan pengalaman tempur yang luas, Divisi Lintas Udara ke-82 kini menjadi salah satu kartu terkuat AS. Namun, jika benar dikerahkan ke Iran, dunia bisa menyaksikan babak baru konflik yang jauh lebih berbahaya dan sulit diprediksi.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya