Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP)

Politik

Elite AS Retak Soal Serangan ke Iran, Pengamat: Trump Tak Punya Dasar Kuat

SELASA, 24 MARET 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pengunduran diri Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) Joe Kent pekan lalu, yang disertai kritik terhadap kebijakan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran, dinilai sebagai sinyal adanya perpecahan di internal elite keamanan Negeri Paman Sam.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai, pernyataan Kent dapat dibaca sebagai indikasi munculnya perpecahan terkait keputusan menyerang Iran, karena Trump tidak memiliki alasan yang kuat.

“Betul bisa dibaca demikian, bahkan keputusan Trump menyerang Iran tidak memiliki dasar,” kata Hikmahanto kepada RMOL pada Selasa, 24 Maret 2026.


Ia menambahkan, lemahnya dasar tersebut turut memengaruhi langkah politik Trump yang dinilai mulai menarik diri secara perlahan dari eskalasi konflik.

“Ini yang membuat Trump mundur perlahan dalam perang melawan Iran. Buktinya dia menunda empat hari penyerangan fasilitas listrik terbesar di Iran,” lanjutnya.

Dari perspektif Teheran, narasi Kent yang menyebut Iran bukan ancaman langsung justru berpotensi memperkuat posisi negara tersebut di mata internasional dan memicu simpati lebih luas.

Sebelumnya, Kent telah mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat melanjutkan di NCTC dengan hati nurani yang baik karena perang di Iran dimulai Trump tanpa otorisasi kongres bersama Israel pada akhir Februari.

Dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan publik, ia mengatakan Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS.

“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” tuturnya.

Sementara itu Trump menyindir kepergian Kent merupakan hal yang positif bagi pemerintahannya.

"Dia (Joe Kent) adalah orang yang baik, tapi dia lemah dalam masalah keamanan. Surat pengunduran dirinya justru membuat saya sadar bahwa adalah hal yang baik dia keluar dari sana,” tandasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya