Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP)
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai, pernyataan Kent dapat dibaca sebagai indikasi munculnya perpecahan terkait keputusan menyerang Iran, karena Trump tidak memiliki alasan yang kuat.
“Betul bisa dibaca demikian, bahkan keputusan Trump menyerang Iran tidak memiliki dasar,” kata Hikmahanto kepada RMOL pada Selasa, 24 Maret 2026.
Populer
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30
Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02
UPDATE
Senin, 25 Mei 2026 | 01:57
Senin, 25 Mei 2026 | 01:40
Senin, 25 Mei 2026 | 01:20
Senin, 25 Mei 2026 | 00:59
Senin, 25 Mei 2026 | 00:40
Senin, 25 Mei 2026 | 00:18
Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58
Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40
Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19
Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43