Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Naik Terdorong Sinyal Positif Geopolitik

SELASA, 24 MARET 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga aset utama kripto, Bitcoin, melonjak sekitar 2,12 persen ke level 70.168 Dolar AS pada Selasa siang, 24 Maret 1026, didorong oleh membaiknya sentimen investor terhadap aset berisiko.

Mengutip data CoinMarketCap, salah satu pemicu utama datang dari perkembangan geopolitik di mana Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan ke Iran selama lima hari setelah adanya pembicaraan yang dinilai positif. 

Pasar melihat ini sebagai tanda meredanya ketegangan, sehingga investor kembali berani masuk ke aset berisiko seperti saham dan kripto.


Dampaknya, Bitcoin sempat menembus level 71.000 Dolar AS pada 23 Maret. Ketika risiko global dianggap menurun, biasanya minat terhadap aset seperti kripto meningkat karena investor mencari peluang keuntungan lebih tinggi.

Selain faktor sentimen, kenaikan ini juga dipicu oleh efek teknis di pasar. Lonjakan harga memaksa banyak trader yang sebelumnya memasang posisi “short” (bertaruh harga turun) untuk menutup posisi mereka. Dalam 24 jam, terjadi likuidasi lebih dari 198 juta Dolar AS pada Bitcoin, yang justru mempercepat kenaikan harga.

Fenomena ini sering disebut efek “short squeeze”, di mana kenaikan harga makin kencang karena banyak trader terpaksa membeli kembali aset untuk menutup kerugian. Artinya, kenaikan saat ini tidak hanya karena permintaan baru, tapi juga karena tekanan dari struktur pasar.

Untuk jangka pendek, posisi Bitcoin masih berada di area penting. Jika mampu bertahan di sekitar 70.800 Dolar AS, harga berpeluang naik lagi mendekati 72.000 Dolar AS. Namun jika turun di bawah 69.200 Dolar AS, ada risiko pelemahan lanjutan.

Ke depan, arah Bitcoin sangat bergantung pada perkembangan hubungan AS dan Iran dalam beberapa hari ke depan. Jika situasi tetap mereda, tren positif bisa berlanjut. Namun jika ketegangan kembali meningkat, pasar kripto berpotensi kembali bergejolak.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya