Berita

Longsor Putus Akses Jalan, di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Polres Sikka)

Nusantara

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

SELASA, 24 MARET 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penanganan pasca bencana banjir dan longsor pada sejumlah wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi satu hal yang mesti segera dilakukan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, sejumlah hal perlu dilalukan pemda di NTT pasca banjir dan longsor yang melanda sejak Jumat, 20 Maret 2026.

"Percepatan pemulihan akses dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus menjadi prioritas utama," ujar dia dalam keterangannya, Selasa, 24 Maret 2026.


Dia memaparkan, 10 desa di Kabupaten Sikka, NTT yang terdampak banjir dan longsor dipicu oleh hujan berintensitas tinggi, yang berlangsung dalam durasi cukup lama. 

"Material longsor menimbun badan jalan di dua titik sehingga menyebabkan akses utama warga terputus dan aktivitas perekonomian terganggu," sambungnya memaparkan.

Abdul Muhari menegaskan, kejadian bencana ini masih berada dalam periode Status Siaga Darurat Bencana di Provinsi NTT, yang berlaku hingga 8 Juni 2026.

"Kebutuhan mendesak meliputi dukungan alat berat, bantuan logistik, serta pembangunan turap pengaman untuk mengantisipasi potensi longsor susulan," urainya.

Lebih lanjut, Abdul Muhari mendorong pemda segera menangani kerusakan yang terjadi pasca bencana, serta terus mengantisipasi bencana hidrometeorologi mengingat saat ini masih dalam momen Hari Raya Idul Fitri yang terbilang tak punya intensitas tinggi mobilitas masyarakat.

"Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode pasca Idul Fitri. Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan mitigasi guna meminimalkan risiko bencana," demikian Abdul Muhari menambahkan.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya