Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia, 23 Maret 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

SELASA, 24 MARET 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aktivitas pasar saham Indonesia beristirahat sejenak dalam rangka menyambut momen Lebaran 2026. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan selama beberapa hari mengikuti kalender libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah, menciptakan jeda cukup panjang bagi para pelaku pasar.

Rangkaian penutupan dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 (cuti bersama Nyepi), dilanjutkan Kamis, 19 Maret 2026 (Hari Nyepi). Setelah itu, pasar kembali libur pada Jumat, 20 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026 dalam rangka cuti bersama Lebaran.


Dengan total jeda selama hampir sepekan, aktivitas perdagangan saham praktis berhenti sementara. 

Kondisi ini menjadi momen penting bagi investor untuk mengevaluasi portofolio sekaligus menyusun strategi baru. Pasalnya, periode libur panjang sering kali diikuti oleh dinamika pasar yang menarik saat perdagangan kembali dibuka.

BEI sendiri memastikan bahwa operasional bursa kembali normal mulai Rabu, 25 Maret 2026. 

Pada hari tersebut, perdagangan berlangsung seperti biasa dalam dua sesi. Untuk hari Senin hingga Kamis, sesi pertama dimulai pukul 09.00-12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.30-15.49 WIB. 

Sementara pada hari Jumat, sesi pertama berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB dan sesi kedua pukul 14.00-15.49 WIB.

Bagi investor, kepastian jadwal ini menjadi krusial. Libur panjang sering memicu akumulasi sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berpotensi memengaruhi arah pasar saat pembukaan kembali. Oleh karena itu, momen pasca-Lebaran kerap dinantikan sebagai periode dengan peluang sekaligus tantangan baru di pasar saham Indonesia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya