Berita

Ilustrasi (Gambar RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

SELASA, 24 MARET 2026 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street mencatat penguatan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda rencana serangan terhadap fasilitas listrik Iran. Keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar global dan langsung menekan harga minyak.

Sebelumnya sempat melemah sepanjang pekan lalu, pasar saham AS berbalik menguat seiring turunnya harga minyak lebih dari 10 persen. 

Analis menilai pasar merespons peluang meredanya konflik geopolitik, meskipun masih terdapat ketidakpastian akibat perbedaan klaim dari kedua negara. Tiga indeks utama Wall Street pun mencatat kenaikan yang solid.


Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa, 24 Maret 2026, penutupan perdagangan hari Senin menunjukkan Dow Jones naik 1,38 persen ke 46.208,47, S&P 500 menguat 1,15 persen ke 6.581,00 dan Nasdaq melonjak 1,38 persen ke 21.946,76.

Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak awal Februari, mencerminkan respons kuat investor terhadap penurunan harga energi.

Indeks volatilitas CBOE Volatility Index (VIX) yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu, turun dan ditutup di 26,15. Hal ini menandakan meredanya kepanikan di pasar. 

Seluruh sektor dalam S&P 500 mengalami penguatan, dengan sektor siklikal seperti konsumsi non-esensial memimpin kenaikan, sementara sektor defensif bergerak lebih terbatas.

Saham maskapai dan perusahaan perjalanan menjadi yang paling diuntungkan dari turunnya harga bahan bakar. Beberapa di antaranya mencatat kenaikan lebih dari 4 persen. Selain itu, saham perusahaan kapal pesiar juga melonjak tajam, diikuti oleh penguatan sektor perbankan besar seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs.

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mulai menurun. Peluang kenaikan pada Desember kini hanya sekitar 13 persen, yang turut mendukung reli pasar. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh kenaikan saham individual seperti Synopsys setelah kabar masuknya investor besar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya