Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Berupaya Bangkit di Tengah Isu Deeskalasi Konflik AS-Iran

SELASA, 24 MARET 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas perlahan bangkit dari titik terendahnya dalam empat bulan terakhir pada penutupan perdagangan Senin 23 Maret 2026, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. 

Meski sempat menunjukkan pemulihan, logam mulia ini tetap mencatatkan tren penurunan selama sembilan hari berturut-turut karena pasar masih dibayangi ekspektasi suku bunga tinggi yang menekan daya tarik emas sebagai aset pelindung.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot terkoreksi 1,8 persen ke level 4.407,06 Dolar AS per ons setelah sempat merosot tajam hingga 8 persen di awal sesi. Penurunan ini melengkapi performa buruk pekan lalu yang menjadi pencapaian mingguan terendah sejak 1983. 


Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Juni ditutup anjlok 3,7 persen di posisi 4.407,30 Dolar AS per ons.

Sebelumnya, harga emas sempat terpuruk di pasar Asia setelah anjlok lebih dari 10 persen sepanjang pekan lalu, sebuah rekor penurunan mingguan terbesar dalam empat dekade. 

Lonjakan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya sempat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lama, sehingga instrumen non-yield seperti emas menjadi kurang kompetitif dibandingkan aset berbunga.

Meski Trump membuka peluang negosiasi dengan menunda serangan selama lima hari, ketidakpastian tetap menghantui setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, membantah adanya komunikasi tersebut. Dampak dari pernyataan Trump langsung terasa pada jatuhnya harga minyak dunia dan melemahnya dolar AS, yang secara teori seharusnya menguntungkan pemegang mata uang lain untuk membeli emas.

Namun secara keseluruhan, harga emas spot telah anjlok lebih dari 15 persen sejak konflik pecah pada akhir Februari, bahkan terkoreksi hingga 20 persen jika dibandingkan dengan rekor tertinggi 5.594,82 Dolar AS, yang dicapai akhir Januari lalu. 

Di pasar logam lainnya, perak spot justru melesat 2,5 persen, sementara platinum melemah dan paladium menguat tipis seiring adanya prospek permintaan dari industri fiberglass di China.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya