Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Publika

Perang Iran: Sunni-Syiah, Kesatuan Umat dan Khilafah

SELASA, 24 MARET 2026 | 01:26 WIB

UMAT Islam diikat dengan akidah Islam, yakni pernyataan dan keyakinan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah. Ikatan inilah, yang menjadi asas persaudaraan Islam.

Dahulu, para sahabat diikat dengan akidah Islam dan dipersaudarakan dengan akidah Islam. Ikatan ini, bukan berarti melebur perbedaan dan karakter yang sifatnya bawaan alamiah, yang tidak pernah berkonsekuensi dengan keluarnya seseorang dari akidah Islam.

Persatuan Islam, dahulu makin dikokohkan dengan ikatan kekuasaan Islam. Saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, kaum Anshor dan Muhajirin tidak saja dipersatukan dengan persaudaraan Islam, melainkan juga oleh kekuasaan Islam di Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW sebagai kepala Negara.


Bahkan, bukan hanya umat Islam yang dipersatukan dengan ikatan kekuasaan Islam. Warga Negara di Madinah, yang terdiri dari kaum Muslim, Yahudi, Nasrani, hingga Majusi, dipersatukan dengan ikatan kekuasaan Islam melalui konstitusi Islam yakni Piagam Madinah. 

Seluruh warga Negara Daulah Islam Madinah, dilindungi oleh kekuasaan Islam bukan hanya warga negara yang beragama Islam, melainkan seluruh rakyat warga Negera terlepas agama atau bangsa apa pun yang menjadi latar belakangnya.

Begitulah kekuasaan Islam menyatukan dan mempersaudarakan seluruh umat Islam. Saat Rasulullah SAW mangkat, persatuan itu dilanjutkan oleh para Khalifah di era Kekhilafahan Islam yang melanjutkan estafet kekuasaan Islam.

Sunni Syiah, perbedaan Mahzab (Syafii, Maliki, Hanafi, Hambali), tidak pernah menjadi faktor perpecahan. Semua diikat dengan akidah Islam, dan dipersatukan oleh kekuasaan Islam.

Namun, pasca kekuasaan Islam diruntuhkan oleh Inggris pada tahun 1924 M melalui anteknya Mustafa Kemal Laknatullah, umat Islam kehilangan ruh persaudaraan Islam dan tidak lagi dipersatukan dengan kekuasaan Islam. 

Umat Islam terpecah belah, baik karena faktor suku bangsa, hingga mahzab akidah dan mahzab fiqh.

Dalam konteks negara, umat Islam terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara dengan latar bangsa yang berbeda. 

Kekuasaan Islam yakni Khilafah diruntuhkan, umat Islam berpecah belah dengan sistem kekuasaan yang beraneka ragam: ada yang menggunakan sistem Kerajaan, Republik, Monarki Konstitusi, Federasi, Konsfederasi dan keemiran.

Di internal umat Islam, tak lagi memandang perbedaan adalah rahmah. Mulai dihembuskan sentimen mahzab, ta’ashub, dan saling menyerang antar sesama hanya karena beda mahzab.

Sementara, penguasa negeri Islam baik di Saudi Arabia, Yordania, Irak, Bahrain, UEA, Kuwait, Mesir, Turki, dll, justru berpelukan erat dengan Amerika Serikat dan Zionis. Mereka membantu Amerika dan mengecam Iran, padahal Zionis dan Amerika lah yang menyerang Iran.

Kerena itu, saat ini kita tidak cukup hanya mendukung Saudara muslim di Iran dan Palestina, mengecam kelakuan para penguasa Arab yang menjadi antek Amerika. Akan tetapi, umat Islam saat ini butuh Khilafah.

Khilafah, adalah Institusi yang akan menyatukan umat Islam dengan akidah Islam dan kekuasaan Islam. Yang akan mempersaudarakan seluruh umat Islam, apapun latar belakang suku dan bangsanya. 

Selain menjelaskan pentingnya kesadaran bahwa Amerika dan Zionis musuh umat Islam, saudara muslim di Iran dan Palestina wajib dibela, membongkar pengkhianatan para penguasa Arab yang menjadi antek Amerika, kita juga wajib menjelaskan kepada umat tentang wajibnya menegakkan Khilafah. 

Karena hanya dengan Khilafah, umat Islam bisa dipersatukan dan dipersaudarakan.

Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya