Brigadir Fajar Permana. (Foto: Humas Polda Metro Jaya)
Momen mudik Idulfitri 1447 Hijriyah menyisakan berita duka mendalam, khususnya terhadap jajaran Polda Metro Jaya, salah satu personel wafat usai menjalankan tugas pengamanan di Operasi Ketupat 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polri, Brigadir Fajar Permana dinyatakan meninggal dunia usai menjalankan tugas mengawal kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
"Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok Bhayangkara muda yang berdedikasi tinggi seperti almarhum Brigadir Fajar Permana. Beliau mengembuskan napas terakhirnya usai menjalankan amanah negara," ujar Budi dalam keterangannya, Senin, 23 Maret 2026.
Budi mengungkapkan, Fajar diduga kuat mengalami kelelahan fisik yang sangat luar biasa (exhaustion), serta gangguan pernapasan setelah berjaga di titik-titik pelayanan masyarakat tanpa kenal lelah.
"Dugaan sementara, kondisi fisik almarhum menurun drastis akibat kelelahan setelah bertugas secara maraton di lapangan guna melayani masyarakat," sambungnya menegaskan.
Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Fajar. Menurut Budi, dedikasinya selama Operasi Ketupat 2026 merupakan cerminan nyata dari semangat pengabdian insan Polri yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi, demi memastikan jutaan pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
"Pihak Polda Metro Jaya memastikan akan memberikan penghormatan terakhir dan memenuhi seluruh hak-hak almarhum serta memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan," katanya.
Lebih lanjut, Budi memastikan kejadian yang dialami Fajar menjadi atensi serius bagi pimpinan Polda Metro Jaya untuk terus mengevaluasi dan memantau kondisi kesehatan personel, terkhusus yang masih berjaga di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Karenanya, dia menyebutkan langkah preventif Kapolda Metro Jaya melalui instruksi kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk lebih proaktif, dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pos-pos pengamanan.
Dengan begitu, dia meyakini langkah preventif yang diambil itu adalah untuk memastikan setiap anggota tetap dalam kondisi prima di tengah tingginya tensi tugas operasional selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
"Bapak Kapolda telah memerintahkan jajaran Dokkes untuk menyisir kesehatan anggota di lapangan," demikian Budi menambahkan.