Berita

Suasana Stasiun Kota, Jakarta, di hari kedua Lebaran 2026, Minggu 22 Maret 2026. Banyak masyarakat yang bepergian untuk bersulaturahmi atau berwisaata (Foto: Babbe)

Bisnis

Momentum Mudik Dorong Lonjakan Konsumsi Rumah Tangga hingga 20 Persen

SENIN, 23 MARET 2026 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah menyoroti bahwa arus mudik Idulfitri 2026 menjadi salah satu pendorong penting bagi peningkatan sirkulasi ekonomi nasional. 

Dengan sifatnya yang melibatkan pergerakan massal, berlangsung terencana, dan memiliki efek pengganda (multiplier effect), mudik berperan sebagai motor penggerak berbagai sektor riil secara bersamaan.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menekankan bahwa setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. 


"Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa,” kata Haryo di Jakarta, Senin 23 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa secara empiris, mudik Idulfitri konsisten menjadi instrumen yang efektif dan terukur dalam memperkuat perekonomian. 

Hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa aktivitas mudik menyumbang sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan (yoy). Dampak ini terjadi melalui pergeseran aliran dana dari pusat-pusat ekonomi menuju berbagai daerah, sehingga memperluas distribusi manfaat ekonomi dan mempercepat peredaran uang secara lebih merata.

“Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Haryo.

Berdasarkan tren historis, konsumsi rumah tangga selama periode ini meningkat sekitar 15-20 persen dibandingkan bulan biasa, seiring tingginya mobilitas masyarakat dan percepatan velocity of money. Tingginya Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat Indonesia juga memperkuat lonjakan konsumsi, yang berdampak pada kenaikan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50-70 persen.

Untuk Idulfitri 2026, proyeksi aktivitas ekonomi menunjukkan arah yang semakin positif dan diperkirakan melampaui capaian tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, evaluasi Idulfitri 2025 mencatat pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Pada 2026, mobilitas dan belanja masyarakat diharapkan meningkat lebih tinggi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5–5,6 persen (yoy).

Optimisme ini diperkuat oleh berbagai kebijakan stimulus, seperti alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar. Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53–54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), langkah-langkah tersebut diproyeksikan memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja ekonomi nasional.

Lebih lanjut, pemerintah secara konsisten memanfaatkan momentum mudik Idulfitri untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui berbagai kebijakan. Upaya tersebut mencakup pemberian diskon tiket transportasi umum melalui subsidi dan insentif fiskal, serta penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6 persen untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 yang berhasil menurunkan harga tiket hingga 14 persen.

Selain itu, dilakukan pula penyesuaian biaya kebandaraan dan harga avtur di 37 bandara guna meningkatkan keterjangkauan layanan penerbangan, penyelenggaraan Program Mudik Gratis untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN sejak 2022 hingga 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya