Berita

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pembiayaan Sektor PVML Tumbuh Saat Pasar Saham Terkoreksi

SENIN, 23 MARET 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa piutang pembiayaan syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026, hingga menyentuh angka Rp31,05 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan, tren positif  tersebut didominasi oleh peran aktif perusahaan pembiayaan di tanah air. 

“Pembiayaan syariah oleh multifinance menunjukkan perkembangan positif. Pada Januari 2026, nilainya meningkat 10,59 persen yoy menjadi Rp 30,87 triliun,” ujar Agusman, dikutip Senin 23 Maret 2026..


Lebih lanjut, Agusman merinci bahwa penyaluran terbesar masih bersumber dari skema jual beli dengan akad murabahah yang mencapai Rp 19,29 triliun, atau setara dengan 62,48 persen dari keseluruhan total pembiayaan. 

Menurutnya, masa depan pembiayaan syariah tetap cerah karena didukung oleh kerangka regulasi yang memungkinkan pengembangan berbagai variasi produk melalui beragam skema akad.

Di sisi lain, sektor pasar modal menunjukkan dinamika yang berbeda di awal tahun ini. Pjs. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengalami penurunan sebesar 5,09 persen secara year-to-date (ytd) menjadi 292,88 pada Februari 2026. 

Kondisi ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar saham syariah yang menyusut dari Rp 8,55 kuadriliun pada Januari 2026 menjadi Rp 8,34 kuadriliun di bulan berikutnya.

Meskipun pasar saham sedang terkoreksi, instrumen investasi syariah lainnya justru memperlihatkan daya tahan yang cukup solid. Hal ini terlihat pada penempatan dana di sukuk negara yang meningkat dari Rp 1,70 kuadriliun pada Desember 2025 menjadi Rp 1,72 kuadriliun pada Januari 2026, dan tercatat stabil hingga Februari 2026. 

Peningkatan juga terjadi pada instrumen sukuk korporasi yang naik dari Rp 88,92 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 90,57 triliun pada Februari 2026. 

Selain itu, kinerja positif juga ditunjukkan oleh dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana syariah yang berhasil tumbuh sebesar 12,69 persen secara year-to-date hingga mencapai Rp 94,03 triliun.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya