Berita

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNN)

Dunia

Ghalibaf jadi Figur Kunci Baru di Balik Strategi Perang Iran

SENIN, 23 MARET 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di tengah situasi krisis dan konflik yang memanas akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selama hampir tiga dekade, Ghalibaf, yang juga dikenal sebagai veteran dari Islamic Revolutionary Guard Corps (Garda Revolusi Iran), sudah lama berada di lingkar kekuasaan Iran. 

Berbeda dengan banyak elite Iran yang berasal dari kalangan ulama, ia justru dikenal sebagai salah satu tokoh sipil (non-ulama) paling menonjol dalam sistem politik negara tersebut. Kini, di usianya yang ke-64, perannya semakin penting, terutama dalam mengarahkan kebijakan dan strategi di masa perang.


Setelah melemahnya atau hilangnya sejumlah pemimpin penting Iran, Ghalibaf muncul sebagai figur yang paling aktif di ruang publik. Saat tokoh seperti Mojtaba Khamenei (putra dari mendiang Ali Khamenei) jarang tampil dan hanya mengeluarkan pernyataan tertulis, Ghalibaf justru sering muncul melalui media, wawancara, dan media sosial.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran sedang menghadapi “perang yang tidak seimbang” dan membutuhkan pendekatan kreatif serta strategi sendiri. Ia juga menekankan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Iran telah membuka fase baru konflik, dengan prinsip balasan menjadi bagian dari strategi yang diambil.

Terbaru, ia menaggapi tegas ultimatum Presiden AS Donald Trump yang memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak dipenuhi, Washington mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran.

“Begitu pembangkit listrik dan infrastruktur kami diserang, seluruh infrastruktur energi dan minyak di kawasan akan menjadi target sah dan akan dihancurkan secara permanen," kata Ghalibaf, dikutip dari Al-Jazeera, Senin 23 Maret 2026.

Meski vokal, Ghalibaf juga terlihat berhati-hati terkait keamanan dirinya. Ia tidak tampil langsung dalam beberapa aksi publik besar, berbeda dengan tokoh-tokoh sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa posisinya saat ini sangat strategis sekaligus berisiko tinggi.

Selain latar belakang militernya, Ghalibaf juga memiliki kemampuan sebagai pilot dan pernah menyebut dirinya mampu menerbangkan pesawat besar. Kombinasi pengalaman militer, politik, dan kepemimpinan inilah yang membuatnya dinilai sebagai sosok yang kemungkinan besar mengawasi jalannya strategi perang Iran saat ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya