Berita

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Publika

KPK Main Petak Umpet dengan Gus Yaqut

SENIN, 23 MARET 2026 | 06:02 WIB

SUDAH dipuji-puji setinggi langit, eh malah bikin kecewa. Untuk menjebloskan mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, penuh drama, dan KPK bisa. 

Tepuk tangan pun menggema. Ternyata, diam-diam lembaga antisogok ini malah main petak umpet pula. 

Negara lagi sibuk-sibuknya Lebaran dengan takbiran merdu, silaturahmi, opor ayam, dan ketupat, eh.. KPK, benteng terakhir melawan korupsi, malah main petak umpet dengan Gus Yaqut. 


Awal dijebloskan ke rutan KPK dengan rompi oranye kecepatan kilat, 12 Maret 2026. Semua orang mikir, "Wah, akhirnya KPK tegas nih, Lebaran di balik jeruji, biar mikir dosa sambil ngiler liat menu rutan."

Tapi eh, plot twist level dewa! Malam takbiran, pas orang lain pada takbir keliling, Gus Yaqut diam-diam dipindah jadi tahanan rumah. 

Bukan karena sakit parah, bukan karena umur renta, tapi "atas permohonan keluarga" yang dikabulkan penyidik dengan super kilat. 

Hasilnya? Saat tahanan lain, termasuk Gus Alex yang perannya katanya lebih "sentral" sebagai jembatan uang, masih salat Id berjamaah di rutan KPK sambil pakai baju tahanan dan makan nasi kotak, Gus Yaqut malah bisa Lebaran di rumah sendiri.

Info ini bocor gara-gara istri tahanan lain, Silvia, yang pas besuk suaminya kaget, "Lho, kok Gus Yaqut nggak ada? Malah absen salat Id?" 

Baru deh KPK buru-buru klarifikasi, "Iya nih, sudah tahanan rumah sejak 19 Maret malam, sesuai KUHAP, sementara kok, diawasi ketat, proses hukum jalan terus." 

Wah, mantap sekali transparansinya, baru ngomong setelah ketahuan! Kalau nggak bocor, mungkin sampai sidang nanti publik baru tahu, "Eh, kok tersangka ini nggak keliatan di rutan ya? Oh iya, lagi house arrest premium."

Ini bukan cuma soal satu orang dapat privilege Lebaran di rumah sementara yang lain meringkuk di sel dingin. 

Ini soal KPK yang katanya anti-korupsi tapi malah kasih contoh sempurna, kalau kamu eks pejabat tinggi, tokoh ormas besar, punya keluarga yang pintar ngajuin permohonan, ya silakan upgrade dari rutan ke rumah mewah. 

Sementara rakyat kecil korupsi recehan aja langsung dijebloskan tanpa ampun. Nggak ada opsi "tahanan rumah karena Lebaran". 

Reputasi KPK? Sudah hancur lebur, macam Kota Tel Aviv dirudal Iran. Dari benteng harapan jadi hotel bintang lima buat tersangka spesial. Publik cuma bisa geleng-geleng kepala.

Korupsi kuota haji rugikan negara ratusan miliar, tapi hukumannya? Lebaran di rumah, mungkin sambil makan opor extra daging. 

Bravo, KPK, kalian benar-benar bikin rakyat kecewa level maksimal 

Sampai-sampai orang mikir, lebih baik korupsi aja dari pada jadi tahanan biasa. 

Selamat Lebaran, semoga tahun depan nggak ada lagi drama "hilang" di rutan ya!

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya