Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Istana Kepresidenan buka suara terkait isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berjalan cukup panjang, dengan durasi hampir dua jam.
Selama itu, kedua tokoh membahas banyak hal penting, mulai dari pengalaman kepemimpinan hingga berbagai isu aktual yang dihadapi bangsa.
“Banyak sekali. Banyak sekali ya. Hampir kurang lebih pertemuan dua jam banyak yang didiskusikan, banyak yang saling bertukar pandangan karena bagaimanapun kan Ibu Mega juga pernah menjadi wakil presiden, pernah juga menjadi presiden, tentunya memiliki pengalaman-pengalaman,” ujar Prasetyo Hadi seperti dikutip pada Minggu, 21 Maret 2026.
Menurutnya, komunikasi lintas generasi kepemimpinan menjadi hal yang sangat krusial. Pertukaran gagasan dan pengalaman dinilai mampu memperkaya sudut pandang dalam merumuskan kebijakan demi kepentingan nasional.
“Tetapi sebagai seorang pemimpin tentu baik sekali untuk bisa saling memberikan masukan dan berbagi pengalaman demi kemajuan bangsa dan negara kita,” jelasnya.
Saat ditanya apakah isu geopolitik turut menjadi bagian dari pembahasan, Prasetyo memberikan jawaban singkat.
“Iya,” kata Mensesneg.
Pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Prabowo menyebut pertemuan itu sebagai kelanjutan silaturahmi antarpemimpin bangsa
“Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka. Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa," tulisnya.
Saat itu Megawati datang bersama sang putri yang juga merupakan Ketua DPR Puan Maharani.
Sementara Presiden didampingi oleh putranya Didit Hediprasetyo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.