Berita

Selat Hormuz (Foto: APA)

Dunia

22 Negara Tuntut Iran Segera Buka Selat Hormuz

MINGGU, 22 MARET 2026 | 13:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 22 negara menuntut Iran untuk segera membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz yang saat ini dinilai mengalami penutupan de facto oleh pasukan Teheran. 

Desakan itu disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis oleh Uni Emirat Arab dan ditandatangani oleh sejumlah negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, hingga Australia. 

Mereka menyatakan keprihatinan atas eskalasi situasi dan menyerukan Iran untuk segera menghentikan ancaman yang ada.


“Kami mengutuk keras serangan-serangan baru-baru ini yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk instalasi minyak dan gas, dan penutupan Selat Hormuz secara de facto oleh pasukan Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu, 22 Maret 2026. 

Koalisi negara itu menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan prinsip fundamental hukum internasional, termasuk yang diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Mereka memperingatkan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasok energi global dapat mengancam perdamaian dan keamanan dunia.

“Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817, kami menekankan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dan terganggunya rantai pasokan energi global merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Dalam hal ini, kami menyerukan moratorium komprehensif segera terhadap serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk instalasi minyak dan gas,” lanjut pernyataan itu. 

Negara-negara tersebut juga menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya memastikan jalur pelayaran tetap aman di Selat Hormuz serta menyambut langkah International Energy Agency (IEA) yang mengotorisasi pelepasan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar energi global.

Ketegangan meningkat setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas dengan serangan terhadap negara-negara Teluk dan kapal-kapal yang melintas. 

Penurunan drastis lalu lintas kapal hingga sekitar 95 persen semakin memperparah kekhawatiran global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia bergantung pada jalur tersebut.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya