Berita

Representative Image (Foto: Reuters)

Global

AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran di Tengah Lonjakan Harga Energi Global

MINGGU, 22 MARET 2026 | 11:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat mengambil langkah tak terduga dengan melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Iran, di tengah melonjaknya harga energi akibat perang yang sedang berlangsung. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan pemberian izin terbatas dan bersifat sementara untuk menjual minyak Iran yang saat ini tertahan di laut. 

“Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan penerbitan otorisasi jangka pendek yang dirancang secara khusus yang mengizinkan penjualan minyak Iran yang saat ini terdampar di laut,” ungkapnya, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 22 Maret 2026. 


Izin tersebut berlaku hingga 19 April dan mencakup penjualan minyak mentah serta produk minyak bumi asal Iran yang sudah berada di kapal tanker.

Pemerintah AS memperkirakan kebijakan ini dapat segera menambah sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan lama Washington terhadap Teheran, meskipun efektivitasnya masih dipertanyakan. 

Harga minyak dunia sendiri melonjak tajam sejak konflik dimulai, dengan Brent crude kini bertahan di kisaran 112 dolar AS per barel atau naik lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir.

Sejumlah pakar menilai dampak kebijakan ini terhadap harga energi kemungkinan terbatas, bahkan berpotensi memberi keuntungan finansial bagi Iran. 

Direktur Blackstone Compliance Services, David Tannenbaum, menyebut kebijakan tersebut kontroversial. 

“Pada dasarnya kita membiarkan Iran menjual minyak, yang kemudian dapat digunakan untuk mendanai upaya perang,” kata dia. 

Senada, analis dari Center for a New American Security, Rachel Ziemba, menilai langkah ini bukan solusi besar. 

“Saya tidak berpikir hal ini akan mengubah keadaan dan menimbulkan banyak pertanyaan,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa sulit memastikan dana dari penjualan minyak tidak mengalir ke pemerintah Iran.

Namun, tidak semua pihak bersikap pesimistis. Mantan Presiden Bank Dunia, David Malpass, menilai kebijakan ini dapat menekan harga minyak di luar China dan mengurangi pendapatan Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari serangkaian kebijakan energi AS untuk menambah pasokan global.

Krisis energi ini tak lepas dari terganggunya jalur distribusi utama, termasuk Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia. 

Sejak konflik pecah, distribusi di jalur tersebut terganggu, menyebabkan sekitar 10 persen pasokan global keluar dari pasar dan memperparah tekanan harga energi dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya