Suasana peziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cinehel, Lelurahan Payingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. (Foto: RMOLJabar/Andri)
Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Tasikmalaya turut mendongkrak ekonomi lokal melalui padatnya aktivitas ziarah di berbagai Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Aktivitas ziarah ini berlangsung khidmat, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran.
Salah satu titik yang ramai dikunjungi adalah TPU Cinehel di Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Arus peziarah terus meningkat, ditandai dengan padatnya kendaraan roda dua maupun roda empat yang terparkir di sepanjang bahu jalan. Petugas parkir pun terlihat sigap mengatur lalu lintas keluar-masuk kendaraan guna mengurai kepadatan.
Lonjakan pengunjung sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar area pemakaman.
Banyaknya warga yang datang dari berbagai daerah untuk berziarah ke makam orang tua, keluarga, dan sanak saudara menjadi faktor utama meningkatnya kepadatan tersebut.
Kondisi serupa juga terlihat di TPU Cieunteung yang berlokasi di Jalan Ciruntung, Kota Tasikmalaya Sejak pagi, kawasan ini dipadati peziarah, sehingga memicu kepadatan kendaraan di sejumlah titik di sekitar lokasi.
Di tengah ramainya aktivitas ziarah, geliat ekonomi musiman turut terasa. Pedagang bunga tabur dan air tampak sibuk melayani pembeli di sepanjang akses menuju pemakaman.
Selain itu, pedagang makanan seperti bakso, gorengan, es campur, hingga lotek ikut meramaikan suasana, menawarkan berbagai pilihan bagi para peziarah.
Salah seorang peziarah, Nuni Karyani (32), mengaku rutin berziarah setiap kali pulang ke Tasikmalaya saat Lebaran.
“Saya selalu menyempatkan diri berziarah ke makam saudara, seperti uwa dan bibi yang dimakamkan di sini setiap Lebaran,” kata Nuni Karyani dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu malam, 21 Maret 2026.
Ia menambahkan, tradisi tersebut dijalankan bersama keluarga besar, mulai dari orang tua, suami, hingga anak-anak.
“Kami datang bersama keluarga setiap tahun. Ini sudah menjadi kebiasaan saat pulang kampung ke makam saudaranya,” tambah dia.
Hal senada disampaikan Agus Hermano (54), yang berziarah ke makam orang tuanya di TPU Cieunteung bersama anak, istri, dan cucu.
“Setiap tahun kami sekeluarga rutin berziarah. Ini bentuk penghormatan sekaligus mendoakan orang tua,” ungkapnya.
Ia menilai, ziarah kubur di momen Lebaran bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana mempererat hubungan keluarga serta mengingatkan akan nilai-nilai kehidupan.