Berita

Ilustrasi (Foto: Babbe)

Bisnis

Mudik 2026: Tradisi Pulang Kampung yang Memutar Roda Ekonomi Rp417 Triliun

SABTU, 21 MARET 2026 | 13:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mudik bukan sekadar urusan rindu keluarga. Di balik kemacetan dan tiket yang habis jauh sebelum Hari Raya Lebaran,  ada "mesin raksasa" yang sedang bekerja menggerakkan ekonomi nasional. Tahun 2026 ini, perputaran uang dari tradisi ini diprediksi akan mencatat angka yang fantastis.

Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi ekonomi mudik Lebaran 2026 berada di angka Rp347 triliun (secara skema moderat) bahka hingga menembus Rp417 triliun (secara skema optimistis). 

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bahan bakar utama bagi pertumbuhan ekonomi domestik.


Perhitungan ini menggunakan pendekatan berbasis desil, yaitu pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran, mulai dari kelompok 10 persen terbawah hingga 10 persen teratas. Pendekatan ini digunakan untuk membaca lebih dalam pola partisipasi mudik dan perilaku konsumsi masyarakat.

Dalam riset tersebut, IDEAS menemukan fakta menarik tentang siapa saja yang pulang kampung. Dari sekitar 281 juta penduduk, hampir separuhnya diperkirakan akan mudik. Namun, kemampuan ekonomi tetap jadi penentu. 

Warga di kelompok ekonomi atas punya peluang mudik hingga 60 persen, sementara kelompok bawah berada di angka 40 persen.

Mesin utama dari perputaran ratusan triliun Rupiah ini adalah kelompok menengah ke atas (Desil 6 hingga 10). Mereka memiliki daya beli yang kuat untuk membelanjakan uang di sepanjang perjalanan hingga di kampung halaman.

Ada kontras menarik yang ditemukan peneliti IDEAS, Agung Pardini. Meskipun secara nominal pengeluaran orang kaya lebih besar (bisa 5 kali lipat lebih tinggi per orang), beban ekonomi justru lebih terasa di pundak masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kelompok bawah menghabiskan sekitar 200 persen ari konsumsi bulanan mereka untuk mudik, sedangkan kelompok atas 'hanya' sekitar 120 persen," jelas Agung. 

Artinya, bagi warga berpenghasilan rendah, mudik adalah perjuangan besar yang memakan jatah dua bulan biaya hidup mereka demi bisa berkumpul dengan keluarga.

Mudik bukan hanya soal uang yang keluar dari dompet, tapi soal ke mana uang itu mengalir. 

Berikut adalah efek berantai yang tercipta:

1.  Redistribusi Kekayaan: Uang yang selama ini berputar di kota-kota besar seperti Jakarta, tiba-tiba mengalir deras ke pelosok desa. Ini adalah mekanisme pemerataan ekonomi alami yang sangat efektif.

2.  Napas bagi UMKM: Warung makan di pinggir jalan, toko oleh-oleh, hingga penginapan di daerah wisata mengalami lonjakan omzet drastis.

3.  Lapangan Kerja Dadakan: Tingginya permintaan jasa transportasi dan logistik menyerap banyak tenaga kerja musiman.

Fenomena mudik 2026 membuktikan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih cukup tangguh. Mudik telah bertransformasi dari sekadar ritual budaya menjadi instrumen ekonomi informal yang menjaga pertumbuhan nasional, terutama di kuartal pertama tahun ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya