Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Sentimen Geopolitik Seret Indeks Saham Utama Eropa ke Zona Merah

SABTU, 21 MARET 2026 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Jumat 20 Maret 2026 waktu setempat setelah risiko pasokan energi memicu lonjakan harga dan ancaman stagflasi. 

Indeks STOXX 50 zona Euro merosot 1,9 persen ke level terendah sejak September, sementara STOXX 600 pan-Eropa jatuh 1,72 persen ke angka 574. 

Penurunan tajam ini dipicu oleh sektor teknologi global yang melemah, dengan raksasa seperti ASML dan SAP terkoreksi lebih dari 3,5 persen. Di sisi lain, sektor perbankan turut terseret seiring berlanjutnya aksi jual obligasi pemerintah yang menekan neraca pemberi pinjaman besar seperti UniCredit, BNP Paribas, dan Intesa Sanpaolo. 


Di Jerman, indeks DAX 40 Frankfurt anjlok sekitar 2 persen ke level 22.380, menandai titik terendah sejak April 2025. Para investor mulai mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dilaporkan mengirim armada tempur tambahan ke kawasan tersebut. 

Sentimen negatif ini memukul keras saham energi seperti E.ON yang turun 5,7 persen, serta sektor industri dan pertahanan seperti Siemens dan Rheinmetall yang merosot lebih dari 3 persen. Meskipun Heidelberg Materials dan Infineon mencatat sedikit penguatan, secara keseluruhan indeks Jerman mencatat kerugian mingguan sebesar 4,6 persen.

Situasi serupa terjadi di Inggris, di mana FTSE 100 jatuh lebih dari 1 persen ke level terendah tahun ini. Kenaikan harga minyak dan sikap agresif Bank of England menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya spiral inflasi. 

Saham perbankan seperti HSBC dan Barclays kompak melemah, diikuti oleh raksasa minyak Shell dan BP yang turun hingga 3,3 persen. Meskipun sektor perjalanan seperti EasyJet memberikan sedikit dukungan, indeks utama London ini tetap mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut.

Sementara itu di Prancis, indeks CAC 40 anjlok 1,8 persen ke level 7.666 seiring memudarnya harapan de-eskalasi diplomatik. Investor mulai beralih dari saham barang mewah dan teknologi, dengan Hermes International memimpin penurunan sebesar 4,9 persen. 

Sektor pertahanan seperti Safran dan perbankan seperti Societe Generale juga menghadapi tekanan signifikan akibat ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut. Penurunan ini mengukuhkan tren negatif mingguan di seluruh pusat keuangan utama Eropa saat pasar bersiap menghadapi jalur suku bunga yang lebih ketat dari bank sentral.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya