Berita

Pendiri PT Bandar Pohon Indonesia Hizrah Maulana. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Bandar Pohon Bidik Tren Penghijauan dan Bisnis Lanskap Perkotaan

SABTU, 21 MARET 2026 | 06:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan mendorong lahirnya berbagai inisiatif berbasis penghijauan. 

Salah satunya datang dari Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis di bidang kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.

Hizrah mengatakan, perusahaannya fokus pada penyediaan jasa penataan lanskap, koleksi tanaman hias, hingga pohon peneduh untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota.


“Bandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan," kata Hizrah melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.

Menurutnya, ketertarikan di bidang ini berangkat dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin masif. Ia menyoroti fenomena berkurangnya ruang hijau akibat pembangunan dan betonisasi yang berdampak pada menurunnya kualitas tanah, air, dan udara.

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan meningkatnya berbagai persoalan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang dinilai semakin sering terjadi akibat buruknya kualitas udara.

“Ekosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” kata Hijrah.

Hizrah bahkan menyarankan komposisi ideal dalam pembangunan rumah, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan demi menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya