PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan program “Mudik ke Jakarta” sebagai ajakan bagi masyarakat untuk menikmati Jakarta dari perspektif baru yang lebih santai, lebih dekat, dan lebih berkesan.
Di tengah suasana kota yang relatif lengang saat Idulfitri 1447 H, Transjakarta mengemas layanan transportasi publik menjadi pengalaman wisata terintegrasi.
Masyarakat tidak hanya berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga diajak mengeksplorasi wajah Jakarta, mulai dari jejak sejarah hingga kawasan modern yang terus berkembang.
Salah satu daya tarik utama adalah layanan bus wisata atap terbuka yang membawa pelanggan menyusuri kawasan Batavia lama. Dari rute ini, masyarakat dapat menikmati nuansa historis Jakarta sekaligus melihat dinamika kota dari sudut pandang yang berbeda.
Tidak hanya itu, Transjakarta juga membuka akses menuju kawasan pesisir melalui rute wisata terbaru yang menghubungkan pelanggan ke destinasi modern di utara Jakarta. Perjalanan ini menawarkan kontras menarik antara warisan masa lalu dan perkembangan kota masa kini.
Bagi masyarakat yang menginginkan pengalaman lebih mendalam, tersedia pula tur jalan kaki interaktif yang dipadukan dengan layanan premium.
Konsep ini memungkinkan pelanggan tidak hanya melihat, tetapi juga memahami cerita di balik setiap sudut kota yang dikunjungi.
Untuk mendukung tingginya minat masyarakat selama periode Lebaran, Transjakarta memperkuat layanan bus wisata dan konektivitas ke berbagai destinasi populer, sehingga akses menuju lokasi rekreasi menjadi lebih mudah dan nyaman.
Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transjakarta, Fadly Hasan, menyebut bahwa program ini ingin menghadirkan cara baru menikmati Lebaran di ibu kota.
"Melalui program ini, Transjakarta tidak hanya mengantarkan pelanggan ke tujuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang penuh cerita,” ujar Fadly dalam keterangan tertulis, Jumat 20 Maret 2026.
Dia juga menegaskan bahwa program “Mudik ke Jakarta” merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kebijakan ini dalam rangka menghadirkan pilihan liburan yang hemat, inklusif, dan tetap berkualitas," pungkasnya.