Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Kamis, 19 Maret 2026. (Foto: Instagram)

Politik

Pertemuan Prabowo-Megawati Akhiri Narasi PDIP Ganggu Pemerintah

JUMAT, 20 MARET 2026 | 16:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Kamis, 19 Maret 2026 menepis anggapan bahwa PDIP akan menjadi “gangguan” bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua Bidang Organisasi Ikatan Doktor Alumni Ilmu Pemerintahan IPDN (IKADIP), Achmad Baidowi menilai pertemuan Presiden dengan Megawati justru menjadi sinyal positif bagi konsolidasi pemerintah.

“Menepis anggapan bahwa PDIP akan menjadi ‘gangguan’ terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, setelah sebelumnya muncul kritik PDIP terhadap program MBG bahkan melarang kader PDIP ikut dalam program tersebut,” kata Awiek, sapaan Baidowi dalam keterangan resminya, Jumat, 20 Maret 2026.


Di sisi lain, Awiek menilai pertemuan tersebut juga memperkuat stabilitas pemerintahan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk isu konflik di Timur Tengah dan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

“Hanya dengan stabilitas pemerintahan yang kuat akan memberikan keleluasaan bagi Presiden untuk menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional dan kebangsaan,” ujar politisi PPP ini.

Lebih jauh, Awiek menegaskan pertemuan Prabowo dengan Megawati menunjukkan pentingnya persatuan nasional setelah kontestasi politik.

“Dengan persatuan maka pembangunan akan tercapai. Perbedaan sikap politik sudah selesai ketika pemilu. Setelah pemerintahan berjalan, sekat-sekat politik itu harus dipupus,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi Ketua DPR Puan Maharani. Sementara Presiden Prabowo hadir bersama putranya Didit Hediprasetyo serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, selama kurang lebih dua jam dalam suasana hangat.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut kedua tokoh membahas berbagai isu strategis terkait persoalan bangsa dan negara, termasuk dinamika geopolitik global.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya