Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: NBC)

Dunia

Trump Minta Israel Setop Serangan ke Fasilitas Energi Iran

JUMAT, 20 MARET 2026 | 16:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah bayang-bayang krisis energi global, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Israel untuk menahan diri dan menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran yang dinilai dapat memperburuk situasi pasar dunia.

Permintaan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan pihaknya akan mematuhi arahan Washington. 

“Presiden Trump meminta kami untuk menunda serangan di masa mendatang, dan kami melakukannya,” kata Netanyahu dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Jumat, 20 Maret 2026. 


Dalam keterangannya, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel bertindak sendiri dalam serangan terhadap fasilitas pemrosesan yang terkait dengan ladang gas South Pars milik Iran, salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia.

Serangan itu langsung mengguncang pasar energi global. Data perdagangan menunjukkan harga gas di Eropa melonjak 6 persen, menembus 650 dolar AS per 1.000 meter kubik untuk pertama kalinya sejak 9 Maret, mencerminkan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan.

Sebagai respons, Iran melancarkan operasi terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk dan Israel. 

Pada 19 Maret, kilang minyak di Haifa dilaporkan dihantam rudal di dua titik dalam kompleksnya, menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah kota.

Tak hanya itu, pusat energi utama Qatar di Ras Laffan juga diserang dan mengalami kerusakan yang besar, sebagaimana dikonfirmasi QatarEnergy.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya