Berita

Presiden AS, Donald Trump (Foto: AFP)

Dunia

Trump Minta Tambahan Dana Perang Rp3,1 Kuadriliun untuk Lawan Iran

JUMAT, 20 MARET 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL. Pemerintahan Donald Trump mengajukan tambahan anggaran militer sebesar 200 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp3,1 Kuadriliun kepada Kongres untuk mendukung perang melawan Iran yang masih berlangsung.

Permintaan tersebut diajukan Gedung Putih setelah Departemen Pertahanan lebih dulu meminta persetujuan terkait tambahan dana besar itu. 

Menteri Pertahanan Pete Hegseth tidak secara langsung mengonfirmasi angka yang diajukan, namun menekankan pentingnya dukungan anggaran bagi operasi militer. 


“Dibutuhkan uang untuk membunuh orang jahat,” ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip dari BBC, Jumat, 20 Maret 2026. 

Hegseth menegaskan bahwa tambahan anggaran diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ke depan sekaligus memastikan kesiapan militer tetap terjaga. 

“Rancangan undang-undang pendanaan semacam ini akan memastikan bahwa kita akan mendapatkan pendanaan yang memadai di masa mendatang,” ujarnya.

Trump sendiri mengakui bahwa perang yang tengah berlangsung merupakan konflik dengan tingkat ketidakpastian tinggi. 

Selain itu, Trump juga menyoroti kondisi persediaan amunisi Amerika Serikat yang menipis akibat bantuan besar kepada Ukraina. 

“Kami ingin memiliki amunisi dalam jumlah besar, tetapi hal itu digagalkan dengan memberikan begitu banyak amunisi kepada Ukraina,” kata dia.

Permintaan dana ini akan menambah beban di luar anggaran pertahanan tahunan AS sebesar 838,7 miliar dolar AS, sekaligus berpotensi memicu perdebatan sengit di Kongres, terutama di tengah keraguan publik terhadap perang yang dinilai mahal dan berdampak pada perekonomian.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya