Berita

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Instagram Prabowo)

Politik

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

JUMAT, 20 MARET 2026 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara bukan sekadar pertemuan rutin. 

Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak stabil akibat konflik Timur Tengah, berbagai persoalan membayangi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Co-Founder Forum Intelektual Muda, Muhammad Sutisna menyebut berbagai masalah geopolitik lintas kawasan, ancaman krisis pangan dan energi, serta polarisasi terus menghantui bangsa Indonesia.


Dengan demikian, menurutnya, pertemuan Prabowo-Megawati menjadi sinyal kuat bahwa persatuan nasional harus menjadi prioritas utama bagi bangsa Indonesia saat ini.

“Situasi global saat ini benar-benar menguji ketahanan setiap bangsa. Indonesia tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik atau ego kelompok. Pertemuan Prabowo-Megawati harus dibaca sebagai panggilan sejarah: saatnya seluruh elemen bangsa bersatu, melampaui perbedaan, demi menjaga keutuhan NKRI di tengah badai dunia,” ujar Sutisna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 19 maret 2026.

Berdasar keterangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Megawati menyampaikan masukan penting kepada Presiden Prabowo mengenai pendekatan kebijakan yang mengacu pada sense of priority dan sense of urgency. 

Kedua prinsip ini, kata Sutisna, harus menjadi landasan setiap keputusan strategis pemerintahan.

“Sense of priority artinya kita harus fokus pada hal-hal yang benar-benar menentukan kelangsungan hidup bangsa: ketahanan pangan, kemandirian energi, perlindungan rakyat kecil, penguatan industri dalam negeri, dan diplomasi yang tegas. Sense of urgency berarti kita tidak boleh lagi menunda langkah besar hanya karena pertimbangan politik jangka pendek. Waktu bukan sekutu, melainkan musuh jika kita lamban,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas peran historis Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, Gerakan Non-Blok, serta politik luar negeri bebas aktif. Sutisna menekankan bahwa ini bukan nostalgia, melainkan komitmen nyata agar Indonesia kembali menjadi penyeimbang kekuatan global di era multipolar.

“Di dunia yang kembali terbelah menjadi blok-blok besar, Indonesia harus berani mengambil inisiatif. Politik bebas aktif bukan sikap diam, melainkan sikap aktif membela perdamaian, kedaulatan bangsa-bangsa kecil, dan tata dunia yang lebih adil,” tambahnya.

Sutisna menegaskan bahwa pertemuan ini sebagai wujud nyata nilai gotong royong dan musyawarah mufakat bangsa. 

“Tidak ada pemenang dan pecundang politik di sini. Yang ada hanyalah Indonesia yang harus dimenangkan. Dialog antar tokoh nasional dengan latar belakang berbeda ini membuktikan bahwa persatuan bukan mimpi, melainkan pilihan realistis satu-satunya agar kita tetap berdiri tegak,” ungkapnya.

Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap semangat persatuan yang ditunjukkan kedua pemimpin tersebut. 

“Kami mengajak seluruh anak bangsa dari berbagai latar politik, agama, suku, profesi, dan generasi untuk ikut merajut persatuan nasional. Jangan biarkan ketidakpastian global memecah belah kita. Saatnya bersatu, bekerja keras, dan menjaga Indonesia sebagai mercusuar perdamaian dan keadilan,” pungkas Sutisna.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya